Catatan tentang Langit Hari Ini

Sekarang, Langit senyam senyum tiap digodain. Dulu aku mencatat, kalo disentuh dagunya, dia mesem. Sekarang, kalo digetarkan dua tungkai kakinya, dia bisa ngikik.
Such a lovely baby.

Aku lupa sejak kapan mulai jatuh hati pada bayi ini. Yang jelas bukan saat malam pertama saat ia menangis dengan lengking di rumah bidan saat itu, juga bukan di hari kedua keluarga sudah kembali ke kota masing-masing dan suami sudah kembali bekerja.
Hari yang ketika bagi orang lain dunia sama saja, tapi tidak buatku, buat kami. Dunia kami kemudian menjadi berbeda, dunia yang tampaknya lebih berwarna.

Sampai tulisan ini sampai di halaman wordpress pun, aku belum tahu apakah selamanya aku akan menyayangi Langit di tiap detiknya. Karena, saat kukira aku sudah jatuh hati dengan babblingnya, yang aku “Oh, ini ya yang namanya jatuh cinta sama anak sendiri, akhirnyaa aku merasakan.”– malamnya aku ikut menangis ketika tangis Langit tak juga berhenti.

Tapi yang jelas, aku merasa koleksi emosiku bertambah, dan kubayangkan akan terus berkonfigurasi menjadi emosi-emosi yang terus menuntutku belajar.

Hari-hari setelah Langit hadir, seringnya aku menumpahkan emosi pada tulisan yang berujung, “it is okay, everything takes time. Allah watch you.” dan memang benar begitu. Menjadi orangtua adalah menjadi penyabar yang harus mempercayai proses. Susah memang, tapi bukan tidak bisa.

Semangat, ibu!

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: