Rahim

Kepada rahim, seharusnya aku melepas topi dan menundukkan kepalaku, sesungguh-sungguhnya, padamu. Atas semua kerja keras menjadi wadah pengalaman biologisku terjadi.

Maaf untuk semua sakit yang kamu peluk sendirian, untuk pengabaianku, untuk sumpah serapahku. Maaf karena pernah marah dan menyesalimu.

Aku harusnya tahu, menjadimu tak pernah sederhana. Atas izin Allah, kau adalah pusat semesta perasaan dan fisikku. Kau warisan ibu dan nenekku, darimu kau juga menyimpan kehidupan untuk anak dan cucu perempuanku kelak. Aku harusnya paham betapa tak mudahnya menjadimu.

Terima kasih, rahim. Telah melakukan semuanya untukku. Terima kasih telah menyediakan tempat ternyaman untuk manusia kecil. Terima kasih untuk menstruasi setiap bulan. Aku sering lupa. Aku sering lupa bahwa kau telah begitu patuh pada perintah Allah, melakukan kerja-kerja berat itu.

Rahim adalah kasih sayang. Pada Rahim, aku mengingat Tuhanku. Pada Rahim, aku mengingat tujuan penciptaanku.

Terima kasih rahim, kau adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darimu.