Menyeriusi Finansial

Beberapa waktu ini aku disadarkan oleh semesta *halah* untuk kembali memfokuskan diri pada apa-apa yang penting dan harus segera dikejar. Mulai dari perencanaan finansial pribadi dan keluarga, sampai persiapan hijrah ke kordinat bumi lain, uwu. Untuk yang pertama, sebagai ibu-ibu menyusui yang hampir separuh harinya adalah menyusui dan seharian membersamai bayi,  HP dan buku adalah escape-door yang paling memungkinkan untuk dijangkau. Aku khatam 3 buku yang sebelumnya tidak pernah selesai, wk. Itu sudah cukup sekali. HP, lebih sering. Karena kalau sudah melewati maghrib, lampu akan kumatikan, dan buku yang menarik sudah habis semua. Awalnya, aku sempat merasa bersalah karena idealisme ibuibu-ku tentang menyusui harus full konsentrasi bonding ke bayi menatapnya penuh cinta dari awal sampai akhir copot puting….. akhirnya harus bubar. Ya karena… suwi sis. Jadi biasanya, aku berusaha untuk full menatapnya ketika ia juga menatapku, sabar sedikit, lima menit kemudian biasanya ia sudah merem keenakan ngenyot lalu lanjut tidur.

Eh, ini tadi cerita apa sih…

Ya intinya, olahraga jempol adalah andalan Ibu menyusui.

Qadarullah, aku ditandai oleh kawan sehatiku Meutia Mega tentang sebuah kulwap finansial gratis yang diadakan oleh investingmom. Awalnya aku biasa aja, kayak.. yaudah. Tapi iseng aku cek akunnya, wow, kontennya rapi, berbobot tapi ringan (gimana tu), dan terasa relatable aja dengan kondisiku.

Saat mengikuti kulwapnya, aku jadi tercerahkan 2x lipat. Segala hal tentang running financial household selama ini aku merasa blur dan pakai ilmu kira-kira, jadi lebih terang dan jelas dengan kaki-kakinya, jadi nggak ngawang lagi.

Beberapa teman pernah bertanya padaku tentang bagaimana keluarga kami mengatur keuangan, dan selalu kujawab dengan jujur kalau aku bukanlah manajer keuangan utama keluarga kami. Wakaka. Selama ini kan ada anggapan bahwa istri harus mengelola seluruh keuangan keluarga. Seluruhnya. Suami cuma ambil sebagian kecil aja untuk dia bertahan sehari-hari.  Berbekal kesadaran yang penuh atas kapabilitas keuanganku, aku menyerahkan pengaturannya pada suamiku. Dan itu bukanlah masalah. Wong kata akun finansial hits macam Jouska juga bilang begitu– amanahkan pada yang lebih baik finansial manajemennya. Ya, setelahnya aku belajar mengatur keuangan dimulai dari yang kecil sehari-hari dan milikku.

Ini masih hari kedua setelah payday, alokasi anggaran pribadiku ada yang mulai bergeser, tapi masih relatif aman. Hoho. Yang utama adalah segera mengamankan dana nganggur di akun rekening ke Reksadana lewat Bibit.id dan yang baru aku ikuti, Tanijoy. Semoga kelak bisa sharing tentang pengalaman berinvestasi pertanian di Tanijoy.

Demi kesehatan finansial 2020 yang lebih baik. Fufu.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: