Surat Pembuka

Halo. Assalamu’alaikum.

Lagi apa kamu? Sekarang Ramadan hari ke-5, Ayah masih lancar-lancar aja puasanya, alhamdulillah. Ibu masih nggak puasa nih. Ya gimana, tiap pagi perut perih banget, laper. Laper yang kayak nusuk-nusuk gitu lho. Sering mual juga. Kata Mbak Diana, temen Ibu yang bidan, sekarang ini memang fase kamu lagi butuh asupan. Organogenesis, pembentukan organ-organ awal kamu.

Jadi gimana rasanya jadi janin? Semangat yaa berkembangnya! Ibu juga berusaha makan yang bener dan jaga biar nggak terlalu capek. Kamu juga yang kuat ya! Bismillah, semoga Allah mampukan kita berdua.

Gimana rasanya di dalam situ nak? Setelah mengantre sekian lama di Lauhul Mahfidz, menunggu perintah Allah untuk hadir di rahim Ibu. Alhamdulillah, Allah kasih kita kesempatan ketemu tanpa menunggu bertahun-tahun, Nak. Allah mungkin sudah melihat kamu siap bertemu Ibu dan Ayah. Padahal disana nyaman sekali, tapi kamu patuh Nak, tunduk pada ketetapan Allah untuk hadir di rahim Ibu, bersiap-siap menjadi manusia baru, calon khalifah muka bumi, lalu 35minggu setelahnya, kamu akan melepas segala kenyamanan itu– plasenta, ketuban lalu bertemu dengan Ibu, Ayah, Unin, Ajid, Yangti dan sepupu-sepupumu. Mulai berkenalan dengan lapar, haus, tidak nyaman, dan hal-hal di dunia yang cuma sebentar ini.

Terima kasih, Nak. Sudah bersedia ditempatkan Allah disini dan kelak memanggilku Ibu. Kita memang tidak pernah bisa memilih di keluarga mana kita akan lahir. Tapi gimana perasaanmu nak, setelah tahu kalau aku dan Ayah dipilih Allah jadi orangtuamu? Seneng nggak? Terima kasih sudah patuh pada ketetapan-Nya. Semoga Ayah dan Ibu bisa menemani kamu dalam menemukan fitrahmu, menemanimu membaca kekuasaan Allah, dan mengimani-Nya dengan hati yang penuh.

Terima kasih, Nak. Ibu inget, dulu motivasi utama untuk melakukan usaha terbaik ini itu, baca-baca buku, diskusi, adalah karena Ibu pingin anak ibu senang punya Ibu yang tidak pernah menyerah untuk terus menuntut ilmu. Ibu pingin jadi contoh gimana nanti harus keras kepala dengan prinsip dan mimpi.

Jadi Ibu mau ucapkan terima kasih. Walau sekarang Ibu masih belum berusaha semaksimal itu,  Dengan menulis lagi seperti ini, kamu sudah berjasa sekali untuk Ibu. Terima kasih sudah mengingatkan Ibu 🙂

Sekali lagi, semangat ya! Yang kuat di dalam sanaa. Semoga Allah menakdirkan kita bertemu. Sampai jumpa minggu depan! Ya walau dari layar USG dulu.. Semoga udah bisa dengar detak jantungmu ya, Naak.

 

 

 

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: