Kata-kata

Kamu harus memperjuangkan kata-katamu untuk keluar, tumbuh, dan sampai pada lawan bicaramu.

Kira-kira begitu nasihat yang beberapa waktu lalu rutin kusampaikan pada pantulan depan cermin, di setiap hari. Hal-hal terkait keresahan dan perasaan yang meliuk-liuk dalam kepala, ia harus punya pendengar. Dan ini bukan tentang mereka yang nggak mudeng– dan ingin dijelaskan lagi, atau yang antusias dan langsung mengerti.

Ini demi aku.

Kurasa aku boleh berbangga, aku beberapa kali berhasil dengan sabar bercerita penuh. Tidak memedulikan reaksi mereka, imej apalah apalah itu.

Aku berhasil. I give credit to myself for doin that.

Termasuk hari itu. Entah keberanian dan tatag dari mana yang muncul dan mendorongku bertanya pada sosok karismatik idola semua keluarga— ayahku.

“Ayah ini bahagia atau senang ketika aku gimana, Yah?”

Wajah ayahku dipenuhi kekagetan– waw arek iki takok iki. dan dengan cepat beliau menormalkan lagi ekspresinya. Yang kusyukuri adalah keberanian ini ternyata sangat menguntungkanku. Aku akhirnya berkesempatan mengkonfirmasi hal-hal yang menjadi salah satu dasar pergerakan kehidupanku. Wk.

Mengkomunikasikan perasaan.

Malam ini aku mendapat cerita sedih dari teman kantorku, ia ijin untuk datang terlambat besok, kutanya kenapa.. karena.. ia harus membantu menyelesaikan urusan perceraian orang tuanya.

Sesungguhnya, banyak ya saripati hikmah bisa kita ambil dari kejadian manusia di sekeliling kita. Dengan usia yang belum seberapa ini, untuk bisa paham hal-hal tricky yang lazim dialami orang dewasa, ternyata kita bisa memperpendek jarak dan waktu untuk bisa mengetahuinya. Ya dengan menyimak pengalaman dan cerita orang lain dengam serius.

Tak perlu tunggu menikah untuk tau permasalahan seperti apa yang akan muncul di pernikahan, tak perlu tunggu umur 60an untuk kemudian menyesal kenapa nggak memulai makan atau olahraga rutin.

Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, tanpa kita benar harus mengalaminya sendiri. Ya mungkin berbeda antara teori dengan yang kelak dialami. Tapi, setidaknya kita sudah bersiap.

Kurasa semua orang bersepakat tentang pentingnya komunikasi dalam tim. Termasuk pernikahan. Tim tersuwi, terjenuh, terbanyak pahala juga.

Mulai Pak Victor, seorang konsultan pranikah sebuah gereja di Surabaya yang bilang alasan orang ingin cerai nomor satu adalah karena masalag komunikasi, hampir semua buku, seminar, bilang solusi dari masalah rumah tangga juga adalah komunikasi.

Baik.

Komunikasi adalah kunci. Kata Niswah di tweet yang ia RT, menikah berarti mencari teman ngobrol sepanjang hidup. Urhm.

Jadi, apa kamu yakin orang itu bisa jadi teman ngobrol yang asik? Wk.

Pertanyaan itu mungkin akan lebih mudah dijawab ketika kita sudah paham tentang orang seperti apa sih kita? Kita jadi lebih tau kita butuh orang yang seperti apa yang bisa mendukung untuk jadi insan lebih baik.

Sehingga akan lebih mudah mengklasifikasi teman ngobrol seperti apa yang sesuai denganmu.

Selamat mencari frekuensi.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: