Butuh

 Pernah ga, didekati seseorang hanya saat dibutuhkan? Pasti pernah banget dong. Atau sebaliknya, ketika kita sedang membutuhkan suatu bantuan dan akhirnya berujung pada seseorang yang bisa membantu kita (dan sesungguhnya orang itu hampir punah dalam ingatan kita), kita pun dengan sungkan meminta bantuannya. Pada kondisi ini, yang terjadi adalah interaksi ego antara si peminta bantuan dan si pemberi bantuan.

Si peminta bantuan harus menekan rasa sungkannya karena sudah lama tidak berinteraksi (apalagi sebelumnya tidak kenal dekat) dengan rasa keterbutuhan terhadap si pemberi bantuan. Sedangkan si pemberi bantuan harus menekan ego untuk dibutuhkan (dan dilupakan) dengan norma tolong-menolong yang berlaku di masyarakat. Kalau keduanya sama-sama tidak bisa menekan egonya, maka tidak terjadi bantuan yang diharapkan. Si peminta bantuan tidak mau meminta bantuan, si pemberi bantuan tidak tahu kalau dia diharapkan bantuannya. Bagaimana kalau salah satu saja yang tidak bisa menekan egonya? Tetap tidak bisa berjalan. Jika ego peminta bantuan tidak bisa ditekan, maka seperti kasus sebelumnya. Kalau ego pemberi bantuan tidak bisa ditekan, maka meskipun si peminta bantuan memelas-melas, tetap ia tidak akan terbantu.

Maka agar bantuan itu terjadi, kedua belah pihak harus menekan egonya masing-masing. Si peminta bantuan harus introspeksi diri bahwa hal yang dilakukan selama ini terhadap si pemberi bantuan adalah salah. Menjaga silaturahmi adalah suatu keharusan. Ali bin Abi Thalib berkata, “Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.” Karena manusia itu bukan benda yang bisa dilupakan seenaknya, tetapi memiliki hati yang harus dijaga interaksinya. Sedangkan dari sisi pemberi bantuan, janganlah melihat bahwa si peminta bantuan hanya baru datang ketika dia ada maunya. Tetapi lihatlah bahwa dirinya seperti cahaya, yang selalu dibutuhkan ketika orang lain berada dalam kegelapan, dalam kesulitan. Jika ego masing-masing bisa ditekan, maka tolong-menolong dari siapapun untuk siapapun akan terus terjadi. Dengan inilah kebaikan di dunia akan terus abadi.

-Yunus Kuntawi Aji.

Advertisements
Butuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s