Harta

Kalau menurut OST sinetron tahun 2000an awal, Keluarga Cemara, harta yang paling berharga adalah keluarga, puisi yang paling bermakna juga keluarga.

Kamu setuju?

Karena bervariasinya ragam manusia, definisi harta dari manusia satu dengan lainnya mungkin saja berbeda. Beberapa orang boleh berpendapat bahwa harta adalah hasil pekerjaan yang kasat mata, seperti rumah, simpanan di bank, emas-emasan, mobil-mobilan. Yang punya harta, ya orang kaya. Sebagian yang lain mungkin yakin bahwa harta adalah sesuatu yang kita miliki dan berusaha untuk kita lindungi. You even sacrifice your life to do so.

Sore menjelang berbuka puasa di sebuah rumah yang hangat oleh ukhuwah– beuh, aku mendapat satu poin yang cukup nganu di ruang hati dan pikirku. Mengingatkan kembali tentang hal penting yang harus jadi prioritas.

Iman.

Harta yang paling berharga itu iman. Bersyukur atasnya adalah mutlak.

Bahwa setipis apapun iman, yang ia bisa naik-turun-bergulung-gulung, salto, kita masih memilikinya. Dari setitik iman itu, ia menjaga kita dari berbagai macam hal; mulai dari mendzalimi orang lain, menjaga dari bertindak curang saat tidak ada yang melihat, melindungi dari ketakutan hanya karena sekadar melewati lorong yang katanya angker, sampai membuat kita lepas dari segala ketakutan akan masa depan.

Jika punya iman, kepercayaan dan keyakinan penuh pada Allah, kita akan aman.

Iman, sayangnya tidak semua orang memiliki. Bahkan sekelas Rasulullah aja tidak bisa membuat paman kesayangannya beriman. Iman adalah hak prerogatif Allah. Hidayah itu Allah yang paling berkuasa memberi atau mencabutnya dari diri manusia. Tak ada yang bisa manusia lakukan untuk menjaganya, selain berdoa.

Syukurku sekarang mungkin lebih sederhana lagi. Aku bersyukur masih bisa bersyukur. Itu bisa jadi tanda bahwa Allah masih mau memberiku remah-remah iman yang mahal harganya, yang pilihan Allah saja yang bisa memilikinya.

Karena pada akhirnya, iman adalah satu-satunya harta yang kita punya. Kita boleh tinggal cuma di sepetak tanah kontrakan, makan cuma nasi dan garam, atau persediaan uang bertahan hidup yang hanya cukup beberapa hari ke depan.

Selama kita punya iman di dada, rasanya semua akan baik-baik saja. Dari dari harta paling mahal dan berharga itu, kita akan menjaganya mati-matian.

Bismillah.  

Paling!

oleh: Darwis Tere-liye

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Bayangkan, satu milyar lebih pembacanya saat ini, dan separuh lbh dr pembacanya sama sekali tdk mengerti apa yg dibacanya (tp tetap semangat membacanya), dan bahkan walau tdk mengerti, tetap sj bisa menangis. Coba kalian baca buku berbahasa Rusia setebal 600 halaman, pasti tdk akan kuat bahkan hingga halaman 2, menyerah.

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Bayangkan, dia dijaga, dikawal, bukan oleh seperti ksatria templar atau persaudaraan freemanson, tp dia dijaga oleh ribuan penghafal, yg bahkan menghafal setiap huruf dan tanda bacanya, tanpa dijanjikan apapun (apalagi harta, kekuasaan, pamor) kecuali kemuliaan di mata Allah.

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena tdk akan ada muslim yg paling jahil (bodoh) dan non-muslim yg paling membenci sekalipun yg bilang dia punya versi paling lain ttg al qur’an. tdk ada perdebatan walau satu mili ttg ini, hanya ada satu versi Al Qur’an (jangankan versi dgn beda 1 surah, beda satu huruf pun tdk ada)

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab inilah lampu penerangan terbaik bahkan ketika cahaya diambil di atas muka bumi, dan semesta sedang porak poranda mengerikan, dikepung badai antar-galaksi. Apalagi kalau cuma galau, sakit hati, sedih dan penyakit perasaan lainnya.

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab ini mengabarkan kejadian-kejadian di masa depan yang terpilih, dan menceritakan kejadian-kejadian di masa lampau yang terpilih, agar darinya, pembacanya bisa mengambil pelajaran kekinian. Tidak ada versi awal, tidak ada sekuelnya. Selalu relevan sepanjang jaman.