Paling!

oleh: Darwis Tere-liye

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Bayangkan, satu milyar lebih pembacanya saat ini, dan separuh lbh dr pembacanya sama sekali tdk mengerti apa yg dibacanya (tp tetap semangat membacanya), dan bahkan walau tdk mengerti, tetap sj bisa menangis. Coba kalian baca buku berbahasa Rusia setebal 600 halaman, pasti tdk akan kuat bahkan hingga halaman 2, menyerah.

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Bayangkan, dia dijaga, dikawal, bukan oleh seperti ksatria templar atau persaudaraan freemanson, tp dia dijaga oleh ribuan penghafal, yg bahkan menghafal setiap huruf dan tanda bacanya, tanpa dijanjikan apapun (apalagi harta, kekuasaan, pamor) kecuali kemuliaan di mata Allah.

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena tdk akan ada muslim yg paling jahil (bodoh) dan non-muslim yg paling membenci sekalipun yg bilang dia punya versi paling lain ttg al qur’an. tdk ada perdebatan walau satu mili ttg ini, hanya ada satu versi Al Qur’an (jangankan versi dgn beda 1 surah, beda satu huruf pun tdk ada)

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab inilah lampu penerangan terbaik bahkan ketika cahaya diambil di atas muka bumi, dan semesta sedang porak poranda mengerikan, dikepung badai antar-galaksi. Apalagi kalau cuma galau, sakit hati, sedih dan penyakit perasaan lainnya.

Al Qur’an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab ini mengabarkan kejadian-kejadian di masa depan yang terpilih, dan menceritakan kejadian-kejadian di masa lampau yang terpilih, agar darinya, pembacanya bisa mengambil pelajaran kekinian. Tidak ada versi awal, tidak ada sekuelnya. Selalu relevan sepanjang jaman.

Future Project : Ayunan

Katanya, mainan ayunan selama satu jam dapat membakar 1000 kalori.

Ah, sempurna.

c6b504c688875d004d47f4c5d19463fd

dapet foto dari sini

Di Surabaya, sepertinya sudah nggak ada tempat yang pas untuk naruh beginian kecuali di kompleks-kompleks mahal di Surabaya Barat, itupun suasananya indah secara buatan. Nggak alami. Di taman-taman kota ada sih, tapi ya nggak enak, masa anak-anak itu nungguin aku yang sebesar ini mainan ayunan selama satu jam? Sepertinya foto-foto ayunan itu diambil di deket pantai, di desa-desa, dan pegunungan, bukan di kota besar yang hectic seperti Jakarta atau Surabaya.

Lebih seru lagi kalo ayunannya nggantung di pohon oak. Oke, sebutkan tempat di Surabaya yang ada pohon oaknya? ….

Jadi alternatifnya, kalau harus nantinya, harus, terpaksa, tinggal di kota besar :

1. Rumah nanti di deket taman kota, biar pagi buta habis subuh bisa mainan, sehingga nggak merasa terpressing dengan tatapan tidak sabar anak-anak kecil dan ibunya yang antre pingin main ayunan juga.

2. Bikin sendiri. kalo nanti nggak punya halaman, bisa diatur nanti ayunannya di deket tempat jemuran.

Ohya, foto-foto ayunan yang keren lainnya ada disini