Catatan Pukul 2.

Beberapa hari ini pola tidur Langit berubah. Setiap akan tidur, ia akan menangis dan hanya ingin digendong. Hari-hari pertama masih OK, aku merasa percaya diri dan mencoba memahami perubahan alami bayi yang masuk 3 bulan.

Namun hari ini berbeda, entah kenapa segalanya jadi terasa berat. Selain karena Langit yang memang berat (6 sekian kilo), sembari mengayun-ayunnya dengan latar suara tangisnya, pikiran-pikiran lalu lalang di kepalaku. Mulai daru merasa aku tidak mampu, merasa akan kehabisan tenaga di tengah-tengah, sampai merasa waktu berdetak sangat pelan.

Di tengah-tengah waktu yang happy dan fun (tentu bukan mau tidur 😂) aku perlahan menatapnya yang bersemangat babbling, kuanggap ia bicara padaku…

“Ibu, semangat yaa nemenin akuu. Ibu pasti bisa! Ibu nggak sendiri kok, Allah nemenin ibu, mengamati Ibu, Allah pasti akan menguatkan Ibu. Ibu jangan menyerah ya, insya allah aku kayak gini nggak lama. Ibu sabar sebentar yaaa. Ibu semangaat, aku percaya sama Ibu.”

Menganggap Langit sedang mengapresiasi dan menyemangatiku membuatku merasa lebih baik. Aku ingat lagi, tiga hal yang kurasa akan jadi mantra untuk diingat di saat-saat lelah: Pertama, Langit adalah amanah yang Allah percayakan. Kedua, masa-masa ini akan berakhir– aku akan menceritakan hari ini di masa depan dengan senyum dan lega, Ketiga, Allah adalah sebaik-baiknya pengamat. Allah menyimak, Ia yang amanahi, ia pula yang pasti akan memampukanku.

Semoga Allah berkenan menerima dan mencatatnya sebagai ibadah, walau kadang akunya yang serrrriiing compang-camping dalam amanah ini.

Semangat, Ibu.

Kamis, 5 Maret 2020

i think this is the worst of all.

semoga Allah mengampuniku, atas segala hal yang ia berikan padaku namun tak aku syukuri dan manfaatkan. waktu luang, kesempatan menjadi istri dan ibu. hari kesekian saat sendiri dengan lantai yang lengket, kamar mandi yang bermasalah, kamar yang berantakan, daun katuk yang bereda di lantai dapur, makanan sisa 2 hari lalu yang belum dibuang, sampah yang penuh, baju yang belum dicuci, keset dan sandal yang harus disikat, Langit yang menangis dan kesal belum disusui sampai tertidur dan mengantuk, lemari yang berantakan, belum mandi, belum solat dhuhur, melewatkan shalat malam, dhuha, telat shalat subuh (dan mulai merasa biasa saja), tidak pintar finansial, tidak berbakat apapun, tidak fokus, berantakan.

Kasihan sekali jadi Langit. Kasihan yang jadi suamiku.

Postingan2 tentang motherhood membuatku sedikit lebih baik tapi setelah keluar dari sana, dan menemui lagi apa yang kurasakan, sulit ya.

Tapi mungkin aku yang terlalu mengglorifikasi baby blues, atau terlalu terpengaruh omongan luar, atau apa saja.

Aku harap Langit juga menyayangiku, walau ia akhir-akhir ini sulit ditenangkan, aku harap ia melihatku berusaha menjadi Ibu yang baik. Aku harap ia menyampaikannya padaku. Aku tau ini tidak baik, aku tahu ini semua seharusnya bisa kukontrol, but sometimes it’s just overwhelming. It doesnt explode, i think it will never, it just there and loaded.

And here I am trying to hug them all, but my arms are small. I cant cope such things. Im maybe limiting my potential or stuffs, but wait… do I have such thing?

I hope allah forgive me.

 

I know I have to remind myself about all shits i’ve told people and written here. I found myself damn scary after smiling widely to neighbor and mom in law in vidcall, cause right after that, I wail silently. It’s confusing, it hurts, it saddens me more. I ew myself. I should remember Allah. I think all of this mess starts from todays missing tahajud and subuh. I told Allah yesterday that I want to be better in this and that, I asked Allah to accompany me in thia huge gigantic task and transition,

but I missed everything in the next day. I am such a mess. Perfectly mess. It’s been validated by everything around me. Maybe. But who knows?

but i hope Langit is okay, Langit is happy with me. So with tears and running nose, I kept talking to him cheerfully. I rock him while looking in the mirror, and i found me. I hope it’s okay. I hope he will forget this mess. He will, right son?

I will delete this post.