Perempuan

Beberapa kali dalam hidup, aku pernah bertanya-tanya kepada Allah (sambil sedikit kurang ajar mengeluh) tentang pengalamanku menjadi perempuan. Maksudku, selama ini kurasa aku adalah orang yang nrimoan. Tidak terlalu memusingkan takdir, tidak pernah benar-benar merenungkan apa itu eksistensialisme dengan begitu detil. Menjadi Islam, kurasa adalah sebuah privilase yang terusss dan tanpa ragu aku syukuri. Menjadi hamba dengan misi hidup, tak pernah aku ragu dan terusik untuk mempertanyakannya.

Namun tidak halnya menjadi perempuan. Kenapa ya Allah? πŸ˜… Terlebih setelah melahirkan, dengan drama jahitan dan nifas yang lama berakhir, aku dihantui pertanyaan yang terdengar aneh, “mengapa harus aku ya Allah? mengapa sulit sekali?” Walau kuyakin betul, bukan itu akar permasalahannya. Ada andil hormon dan baby blues di dalamnya. Tapi tetap, pertanyaan itu muncul untuk pertama kalinya. Ia ada, benar hadir di ruang pikirku saat itu.

Dan setelah dengan lebih tenang kurenungkan, aku menyadari banyak keajaiban perempuan yang memang datang sepaket dengan kesulitannya.

Bayangkan, dari sejak baligh, seorang perempuan bisa mengeluarkan darah hingga berpuluh-puluh ml dari kemaluannya! Rahimnya terus bekerja. Dinding sel itu bergerak, mengendut, berkontraksi yang menyebabkan nyeri luar biasa, lalu luruh menjadi menstruasi. Ada perempuan yang mengalaminya hanya sehari, ada yang sampai tiga hari.

Tak perlu bercerita lagi tentang tubuh perempuan yang ringsek ketika mengandung. Rahim kecil kurang dari sekepalan tangan itu bisa melebar dan menjadi tempat inkubasi calon manusia penerus bumi! menjadi tempat paling aman, paling nyaman untuknya. Dengan begitu, ada sekitar 700 ruas tulang di badannya yang “mengalah”, memberi ruang pada janin itu agar bertumbuh dengan efek pegel-pegel di sekujur punggung dan pinggang. Setiap malam tidak bisa tidur. Apalagi yang nggak pernah olahraga πŸ˜…

Begitu pula menyusui. ASI secara ajaib terbentuk secara customized, kompisisinya mengikuti kebutuhan bayi. Bayi yang demam, ASI akan mentransformasi dirinya menjadi obat deman. Begitu pula kandungan ASI saat siang dan malam yang berbeda, ASI saat malam hari mengandung zat yang membuat bayi mengantuk.

Hm.. sejujurnya, semakin aku meneruskan tulisan ini, semakin aku takjub dengan pengalaman perempuan. Perempuan sungguh istimewa. Memang dibalik keajaiban-keajaiban biologis perempuan, bagiku pribadi walau selalu ada lelah dan jenuhnya, aku ingat bahwa semua kesulitan itu ada karena Izin Allah.

Dengan menyadari itu, semoga perasaan yang tentram akan muncul. Tenang bu, organ-organ itu sedang mematuhi perintah Allah. Mungkin akN membuatmu sakit, bertumpuk-tumpuk, tapi ingat sekali lagi.. Allah mengizinkannya. Dan berdasar hal yang memang dan terus kamu percaya, allah tidak akan sekalipun luput dari hamba-Nya. Dengan kesabaran yang bisa kamu tambah sedikitt lagi, semoga Allah akan membalasnya dengan berlipat pahala, menggugurkan dosa-dosa.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: