Akhir Pekan

Ini hari Jumat. Saat yang tepat untuk membuat rencana akhir pekan setelah sebelumnya lelah menjalani pekerjaan kantor dan rumah. Kamu bisa mulai dengan aktivitas pagi. Mau lari? Atau main skipping? Atau sekadar naik motor dan berkeliling sekitar sambil merasakan udara dingin dan sakralnya matahari pagi?

Setelahnya kamu bisa berisitirahat sebentar, lalu menghubungi temanmu untuk bertemu. Mungkin kamu ingat dan ingin tahu pendapat temanmu tentang kacaunya negara hari ini, sambil diselingi ceracau tentang film/seri Netflix terbaru, kalau mood sudah bagus, bisa juga kalian bertukar cerita tipis tentang kelelahan menjadi peran masing-masing. Ini kan yang kamu tunggu-tunggu. Kamu adalah bagian dari 0,001% populasi manusia yang bisa mengeluh tanpa benar terdengar seperti mengeluh. Tapi kalau kamu hal itu terlalu sulit dilakukan, kamu bisa mengeluh saja. Temanmu tidak akan melabelmu kok, tidak di depan wajahmu.

Hehe.

Jangan lupa menelpon orangtuamu. Mereka mungkin rindu, tapi tidak bilang. Kamupun sebenarnya begitu, tapi tidak tahu.

Dari hari Rabu kamu bertanya-tanya tentang sendu yang tiba-tiba. Kuberi tahu, itu rindu yang menjelma jadi doa Ibu. Dalam doanya mungkin kau dimintakan ini dan itu.

Bekal untuk menantang dunia sudah kau genggam. Tinggal mandi dan menyiap-nyiapkan diri dan tinju.

Sudah menelpon? Bagus.

Mari kita pikirkan cara lain agar akhir pekanmu ini lebih menyenangkan.

Apalagi ya yang bisa kau lakukan?

Kalau kamu benar-benar bosan dengan segala rutinitas khas akhir pekan itu, benar-benar tidak ada film atau drama Korea yang ingin kamu tuntaskan, benar-benar malas sekadar berolahraga ringan, kamu bisa coba masuk ke dalam ruang pikirku. Yang nomor 19 ya. Disitu kamu akan melihat banyak model perasaan yang jadi artefak dan dipamerkan. Beberapa bisa kamu sentuh, beberapa hanya bisa kamu lihat dalam jarak. Ada yang mungkin menarik hatimu, ada yang buruk luar biasa. Bisa kamu tanyakan mengapa.

Aku tidak sedang berupaya jadi seniman. Tapi aku tidak punya cara lain.

Kamu bisa tanyakan padaku yang ingin kamu tahu artinya. Karena mungkin ada satu yang bercerita tentang kamu. Tentang kita.

Mungkin yang di dekat tanganmu, mungkin yang di ujung ruangan nomor 19, disorot lampu.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: