Dari Draft: Tahun Baru dan Senpai

2013.

Bukan, bukan. Post ini tidak akan bercerita tentang hal-hal yang terjadi di 2013 atau resolusi menuju 2014.

2013 ini tahun yang unik sekali menurutku. Aku bertemu dengan banyak orang keren dan mempelajari banyak hal dari mereka. Bertemu, mengetahui, menyelami pikiran, membagi hati, beuh, semua terjadi di tahun ini di usia akhir belasan tahun, 19. Seru sekali. Kesempatan-kesempatan masih terbentang luas. (Iyo lek waktumu cukup!) :v

Tantangannya pun mulai bervariasi, mengajak diri untuk ikut dalam konvoi, memberi pilihan untuk mengikuti ritmenya dengan sepatu sendiri atau sepatu orang lain. Terus menggali makna, melakukan kritik terhadap diri sendiri, dan kemudian berani bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambil.

2013ku, dan orang-orang di dalamnya suwuwuwangar.

Kesempatan misalnya. Aku tidak pernah menyadari bahwa silaturahmi itu penting sekali untuk diusahakan dan dijaga, dengan bersilaturahim, kita akan menemukan pemahaman-pemahaman baru yang kita akan wow sendiri. Kesempatan bertemu orang dari jauh, mendengarkan mereka. Cerita mereka, bisa membuatmu berubah, membuka pikiranmu.

Terima kasih dulu dong.

Terima kasih untuk Pakcik Malaysia keheweren, Shev, untuk kesempatan dan dialog-dialog yang diberikan. Semoga masternya cepet beres dan cita-cita melanjutkan petualangan segera terlaksana.

Terima kasih untuk mbak deeydeey, yang selalu menemani dan bersedia menjadi satpam :v

Terima kasih untuk Ninoi, Ajeng Karinanza, Veronica Ajeng, serta Karina Zakia yang mengenalkanku dunia normal yang warna-warni. Aku jadi tahu merk-merk, kafe-kafe asik beserta menunya yang membuatku menahan jeritan dompet, serta semua pengalaman memberi surprise saat ulangtahun, kado-kadoan, dan juga untuk obrolan yang mengalir, tentang keluarga, pola asuh, buku-buku, cinta ❤

Kalian semua menantang hal-hal yang statusquo dalam diriku. Membuatku berani membuka pikiran dan belajar banyak hal baru.

Terima kasih, ya!

Dari semua poin di draft tulisan itu, ada satu hal yang menarik: Wow dulu aku pernah terjebak dalam jerat pesona seorang senpai yang rendah hati dan suka ngajak diskusi dari seberang samudera…

Masya Allah, sekarang jadi suami..

Selalu tersenyum saat mengingat bagaimana dulu kami. Kadang malu sendiri, kadang kesel karena satu hal, tapi lebih sering hatiku tiba-tiba hangat.

Sebagai pasangan, aku dan dia tidak pernah bisa sempurna, kalau digali-gali, pasti ada aja yang bikin kesel. Tapi saat mengamati wajah dari sampingnya yang lempeng nonton Dota itu, kadang aku suka mikir… Laki-laki ini pemberani sekali, mungkin dia sudah tahu, atau mungkin tidak tahu sama sekali apa yang akan ia hadapi setelah menikahiku. Pun juga aku, menikahi laki-laki ini membuatku berefleksi akan banyak hal. Ia membuatku semakin yakin bahwa cinta adalah kata kerja.

Saat menatapnya dari samping, aku bertanya-tanya, kejutan apa lagi ya yang Allah siapin buat perjalanan panjang kita?

Uwu. Bismillah…

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: