Pangeran Kecil dan Rubah: Sebuah Pemaknaan

Roland Barthes, kritikus sastra dari Perancis, dalam esainya yang terkenal bilang “the author is dead“. Sampai hari ini, kalimat pendek itu menjelma teori kritik sastra dan digunakan banyak kritikus untuk “melawan” kajian teks yang bertumpu tunggal pada tafsiran penulis.

Penulis telah mati. Artinya setelah karya sastra lahir, ia adalah total menjadi “milik” pembaca. Pembaca bebas menginterpretasi teks, pemaknaan karya yang otomatis akan unik di tiap kepala, sangat tergantung dengan pengalaman sehari-hari, latar belakang, juga mungkin kepribadian tiap pembaca.

Le Petit Prince, dalam musyawarah buku yang diadakan uda @malakhyar dibahas dengan cukup menarik bagiku. Interpretasi cerita ini sangat beragam, ada yang melihat buku ini dari kacamata psikologi, sampai menduga buku ini adalah “catatan bunuh diri” seorang Antoine.

Sepertinya hampir semua orang di forum virtual itu sepakat, satu bab di buku ini, bab 21, bercerita tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Wkk. Rubah yang kasihan sekali. Tidak berdaya, mengemis untuk dijinakkan Pangeran Kecil, hingga hanya akhirnya ditinggal demi kembali pada mawar yang telah ia rawat dan jaga di planet asalnya.

Tambahan kesan pribadi moderator diskusi ini, menurutnya, cinta mungkin bukan tentang yang paling unik– jinak-menjinakkan seperti Pangeran Kecil dan Rubah, tetapi tentang kesediaan merawat dan berkorban, tempat kembali pada akhirnya, seperti Pangeran Kecil pada mawar.

Menarik, karena sejak awalnya aku sangat berfokus pada ketulusan Rubah. Ia kesepian, menyimpan takut dan kecewa, tetapi juga penuh harap. Ia memahami keniscahyaan perpisahan, namun tetap percaya pada Pangeran Kecil. Tetap merasa masa yang singkat itu akan sangat bermakna untuknya.

The fault is your own,’ said the little prince. ‘I wished you no unhappiness, but you insisted that I tame you.’

‘Yes,’ said the fox.

‘But now you are going to cry!’ said the little prince.

‘Yes,’ said the fox.

‘So, it has done you no good!’

‘It has done me good — I can now appreciate the colour of the wheat fields.

So uwu. Pengalaman dijinakkan alias akan membuat hari-harinya di ladang menjadi sedikit berwarna. Gandum keemasan yang bergoyang, bukan lagi sekadar gandum, gandum itu mengingatkannya dengan rambut Pangeran Kecil! Sungguh diliputi cinta si Rubah ini, apa kalian juga seperti itu? Ketika jatuh cinta, segala hal di sekitar jadi terasa tentang dia. Lihat bulan sabit, ingat matanya ketika tertawa, mendengar lagu, teringat ia pernah mengutip liriknya di twitter. Cocoklogi pun tidak bisa dihindarkan. Wkwkwk. Bagiku, begitu pula Rubah terhadap Pangeran Kecil. 

Sangking ngefansnya dengan ketulusan itu, aku mengabadikan kisah ini di cincin pernikahan kami. Wakakkakaka. Ada tulisan fox di cincinku, dan little prince di cincin suamiku. Mengabaikan fakta bahwa endingnya… rubah…. ditinggal 

Sungguh ironi. Wkkk

Tapi jika boleh mendasarkan pada teori  Kakek Barthes diatas tentang matinya penulis, aku dan suami akhirnya bersepakat membuat cerita kami sendiri tentang Rubah dan Pangeran Kecil ini. 😂

Pada akhirnya Pangeran Kecil mengajak bersama Rubah melanjutkan petualangannya. Wkk mekso.

Sampai hari inipun aku selalu mengagumi bagaimana Rubah begitu polos dan tulus menyayangi Pangeran Kecil. Bagaimana menginvestasi tenaga, perasaan dan waktu untuk yang dicintai tanpa berharap imbal balik. Terhadap apapun. Tanpa harap. Sebuah hal yang juga ingin kuupayakan, walau terasa sangat sulit ya.

Rubah dan Pangeran Kecil, diilustrasi oleh Giovanny Dessy dari potongan film adaptasinya untuk pernikahan kami.

Jadi… Selamat (belajar) mencintai seperti Rubah. Wkwkkw

Author: nezhafath

a klepon-hearted

2 thoughts on “Pangeran Kecil dan Rubah: Sebuah Pemaknaan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: