Catatan Pukul 2.

Beberapa hari ini pola tidur Langit berubah. Setiap akan tidur, ia akan menangis dan hanya ingin digendong. Hari-hari pertama masih OK, aku merasa percaya diri dan mencoba memahami perubahan alami bayi yang masuk 3 bulan.

Namun hari ini berbeda, entah kenapa segalanya jadi terasa berat. Selain karena Langit yang memang berat (6 sekian kilo), sembari mengayun-ayunnya dengan latar suara tangisnya, pikiran-pikiran lalu lalang di kepalaku. Mulai daru merasa aku tidak mampu, merasa akan kehabisan tenaga di tengah-tengah, sampai merasa waktu berdetak sangat pelan.

Di tengah-tengah waktu yang happy dan fun (tentu bukan mau tidur 😂) aku perlahan menatapnya yang bersemangat babbling, kuanggap ia bicara padaku…

“Ibu, semangat yaa nemenin akuu. Ibu pasti bisa! Ibu nggak sendiri kok, Allah nemenin ibu, mengamati Ibu, Allah pasti akan menguatkan Ibu. Ibu jangan menyerah ya, insya allah aku kayak gini nggak lama. Ibu sabar sebentar yaaa. Ibu semangaat, aku percaya sama Ibu.”

Menganggap Langit sedang mengapresiasi dan menyemangatiku membuatku merasa lebih baik. Aku ingat lagi, tiga hal yang kurasa akan jadi mantra untuk diingat di saat-saat lelah: Pertama, Langit adalah amanah yang Allah percayakan. Kedua, masa-masa ini akan berakhir– aku akan menceritakan hari ini di masa depan dengan senyum dan lega, Ketiga, Allah adalah sebaik-baiknya pengamat. Allah menyimak, Ia yang amanahi, ia pula yang pasti akan memampukanku.

Semoga Allah berkenan menerima dan mencatatnya sebagai ibadah, walau kadang akunya yang serrrriiing compang-camping dalam amanah ini.

Semangat, Ibu.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: