Kamis, 5 Maret 2020

i think this is the worst of all.

semoga Allah mengampuniku, atas segala hal yang ia berikan padaku namun tak aku syukuri dan manfaatkan. waktu luang, kesempatan menjadi istri dan ibu. hari kesekian saat sendiri dengan lantai yang lengket, kamar mandi yang bermasalah, kamar yang berantakan, daun katuk yang bereda di lantai dapur, makanan sisa 2 hari lalu yang belum dibuang, sampah yang penuh, baju yang belum dicuci, keset dan sandal yang harus disikat, Langit yang menangis dan kesal belum disusui sampai tertidur dan mengantuk, lemari yang berantakan, belum mandi, belum solat dhuhur, melewatkan shalat malam, dhuha, telat shalat subuh (dan mulai merasa biasa saja), tidak pintar finansial, tidak berbakat apapun, tidak fokus, berantakan.

Kasihan sekali jadi Langit. Kasihan yang jadi suamiku.

Postingan2 tentang motherhood membuatku sedikit lebih baik tapi setelah keluar dari sana, dan menemui lagi apa yang kurasakan, sulit ya.

Tapi mungkin aku yang terlalu mengglorifikasi baby blues, atau terlalu terpengaruh omongan luar, atau apa saja.

Aku harap Langit juga menyayangiku, walau ia akhir-akhir ini sulit ditenangkan, aku harap ia melihatku berusaha menjadi Ibu yang baik. Aku harap ia menyampaikannya padaku. Aku tau ini tidak baik, aku tahu ini semua seharusnya bisa kukontrol, but sometimes it’s just overwhelming. It doesnt explode, i think it will never, it just there and loaded.

And here I am trying to hug them all, but my arms are small. I cant cope such things. Im maybe limiting my potential or stuffs, but wait… do I have such thing?

I hope allah forgive me.

 

I know I have to remind myself about all shits i’ve told people and written here. I found myself damn scary after smiling widely to neighbor and mom in law in vidcall, cause right after that, I wail silently. It’s confusing, it hurts, it saddens me more. I ew myself. I should remember Allah. I think all of this mess starts from todays missing tahajud and subuh. I told Allah yesterday that I want to be better in this and that, I asked Allah to accompany me in thia huge gigantic task and transition,

but I missed everything in the next day. I am such a mess. Perfectly mess. It’s been validated by everything around me. Maybe. But who knows?

but i hope Langit is okay, Langit is happy with me. So with tears and running nose, I kept talking to him cheerfully. I rock him while looking in the mirror, and i found me. I hope it’s okay. I hope he will forget this mess. He will, right son?

I will delete this post.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

2 thoughts on “Kamis, 5 Maret 2020”

  1. Glad, you’ve not deleted this post yet. Thank you for sharing. Tulisan ini juga menjadi pengingat dan tamparan untukku yg cukup lama menjauhkan diri dari-Nya. Terima kasih telah jadi pengingat bagiku utk segera kembali dan mendekat pada-Nya.
    Nez, Langit akan bangga punya kamu sebagai ibunya. Aku pun bahagia bisa mengenalmu.
    Kalo rasanya lelah sama semuanya, jedalah sejenak. Gapapa menangis. Kamu bisa melewati proses ini. Jaga kesehatan lahir batin ya.
    Peluk jauh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: