Blah.

Saat kecil, aku bukan seorang murid yang suka mencatat pelajaran. Pertama, karena melihat guru dan semua ekspresi beserta apa yang ia sampaikan lebih menarik dan mencatat membuatku harus kehilangan barang sedetik penjelasannya. Kedua, tulisanku jelek. Jika terburu-buru maka akan semakin jelek lagi.

Tapi aku sering dibuat iri dengan rapinya catatan-catatan teman-temanku. Jadi lebih sering, aku menyalin catatan mereka.

Tapi aku suka menulis. Aku menulis di diary diam-diam. Aku menceritakan hari-hariku, kesedihan-kesedihanku (perkara penghapusku hilang dan kronologis hilangnya), dan juga suka citaku hari itu. Aku masih menyimpan buku diary pink hana itu. Sampai kemudian hadirlah blogspot, wordpress, tumblr. Aku mungkin tidak menuliskan gamblang kejadian apa saja yang terjadi hari itu, tapi ya.. medium menulisku menemukan tempatnya yang baru. Dan hal itu menyenangkan.

Walau bukan penulis profesyonel, aku pernah sampai di titik buntu menulis. Writer’s block. Sangat sulit menuangkan isi kepala. Kupandang-pandangi layar, tapi bingung menulis apa. Sampai akhirnya setelah perenungan yang dalam (halah) kutemukan penyebabnya: aku yang membebankan banyak hal pada tulisanku. Aku takut dibaca, aku tidak siap dengan penilaian-penilaian, jika terlalu terbuka, aku khawatir yang mengenalku akan mengasihani bla bla yada yada. Narsis sekali.

Tapi sungguh bukan itu inti dari tulisan ini…

It’s just me having another urge to write, but dont know where to start.

Latihan ngelemesin aja ini. maaf.. maaf 🙏

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: