Cepat dan Lambat

Ini sudah hampir jam 10 malam. Hampir 12 jam kita tidak bertemu seharian. 12 jam yang kemudian menjelma jadi kawan yang kadang terasa cepat, kadang lambat.

Terasa cepat, karena banyak hal yang jika dikerjakan, tiba-tiba mengantarkanku pada ujung senja, pesan singkatmu bilang kamu segera pulang. Waktu terasa cepat ketika di pagi hari, saat aku mengenal satu sisi barumu yang tidak terlalu kusuka, dan berencana akan kuutarakan di atas meja selayaknya orang dewasa saat kita bertemu nanti malam. Sudah kucoba berbagai skenario perbincangan.

Namun, saat siang berganti sore, lalu malam, aku pelan menyadari, bahwa sisi itu adalah bagian dari dirimu. Bukannya dulu aku dengan mantap akan membersamai kamu (dan seluruhnya darimu?)

Jika waktu terasa lambat, sehingga kurasa kuharus melakukan sesuatu untuk mengalihkan penat ini. Biasanya, aku akan merencanakan tempat untuk dikunjungi di akhir pekan, atau mencoba resep baru untuk makan malam, atau berselancar dan mengintip mimpi, atau menulis…

Tapi yang jelas, aku ingin bertemu kamu. Dengan segala perasaan yang benar ada, atau kubuat-buat. Aku ingin bertemu kamu. Mengingat lagi hal yang aku percaya tentangmu, tentang kita, tentang mimpi-mimpi.

Dan sungguh, doaku akan tetap sama. Semoga Allah memberkahi detik-detik kita.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: