Mengapa Menikah? (2)

Bagiku, selain karena pernikahan adalah wujud ibadah melaksanakan sunnah dan alasan primer lainnya, pernikahan merupakan awal untuk membangun sebuah rumah untuk satu sama lain.

Menikah berarti membangun susunan paling kecil masyarakat dimana di dalamnya semua hal tentang menjadi manusia diperkenalkan. Tentang menjadi hamba Allah, warga negara, warga dunia, suami, ayah, ibu, istri, adik, kakak, cucu, sahabat, tetangga, dan pembelajar kehidupan yang lebih baik.

Rumah adalah tempat kembali. Tempat pulang. Ramai dan bising diluar sana akan mereda, mengecil hingga hilang sama sekali seiring memendeknya jarak ke rumah.

Rumah adalah tempat pulang dari segala upaya. Percobaan-percobaan untuk memberi makna pada pekerjaan atau passion. Menang atau kalah, sama saja. Di rumah, segala hal diselebrasi. Bukan tentang hasil, tetapi kemauan anggotanya untuk menantang sejauh mana potensi diri bisa dimaksimalkan, untuk berdiri lagi saat jatuh dan melawan takut. Bahkan jika akhirnya menyerahpun, tak masalah. Rumah selalu disini, lebar terbuka. Menganggapmu istimewa dengan apapun yang dibawa, secompang-camping apapun.

Di rumah, kamu aman menjadi dirimu sendiri. Dengan keunikan masing-masing, semua bisa belajar. Melihat masalah sebagai tantangan, meresapi sedih sebagai proses alami manusia, dan melihat hal-hal kasat mata yang dimiliki adalah nikmat luar biasa. Syukur selalu terucap. Bahagia jadi sederhana saja parameternya.

Sedikit banyaknya benda maupun nominal yang dimiliki, tak akan mengubah kita. Tujuan rumah ini adalah surga. Kita akan lakukan apapun untuk menjemput rida Allah. Kita sedang menciptakan surga sebelum surga sebenarnya.

Rumah.

Menikah adalah membangun pondasi rumah yang hangat. Yang didalamnya kelak akan diisi cerita tentang sang teladan Rasulullah, diskusi tentang semesta, sedikit perdebatan, pengenalan konflik, presentasi target tahunan, ada juga gelak tawa, sedikit ece-ecean, dan gerutu gerutu tentang kaus kaki yang tertukar atau sepeda yang bocor.

Rumah adalah tempat dimana hatimu berada.

Rumah adalah keluarga. Dan kesemua itu bisa dimulai dari sebuah perjanjian langit dan bumi yang mengguncang arsy-Nya, ikatan yang disaksikan oleh malaikat:

Pernikahan.

Menikah bagiku adalah membangun rumah. Dan percayalah, kita akan selalu disatukan dengan orang yang meresonansi visi dan misi yang sama.

Semoga Allah ridho atas kami.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: