Mengapa Menikah? (1)

Ini adalah pertanyaan paling basis yang seharusnya selesai terjawab bagi siapapun yang berkehendak menikah. Jelas dan tuntas.

Value atau prinsip-prinsip yamg dipercaya masing-masing orang terhadap pernikahan itu berbeda-beda. Ini yang bagiku menarik, bahasan tentang pernikahan sering kujumpai bahkan sejak aku sek semester 2.

“He, kon kapan nyusul?” saat mampir kondangan senior.

“Ihir. Ndang nikah.”

Menikah jadi seperti solusi permasalahan dunia. Pusing tugas, nikah. Galau skripsi, nikah. Naksir orang, namun hampa karena belum atau tyada bisa memiliki, jadi tetap memelihara bayangan tentang nikah dan yang enak-enaknya. Bahasan jadi seputar itu-itu aja. Ditambah, beberapa pihak yang berkontribusi memupuk angan-angan warga muda. Menerbangkan khayalan tentang indahnya jatuh cinta, namun tidak dengan persiapan-persiapan jatuh atau bertanggung jawab atasnya.

Menikah tampak menyenangkan, a dreamy place– where a never ending happiness happens.

Jadi, mengapa kamu menikah?

Salah seorang temanku yang saat ini memutuskan tidak akan menikah bilang, dua orang yang jatuh cinta, satu frekuensi dan satu visi tidak melulu kok harus disahkan di depan agama dan negara. Baginya, menikah toh hanya jadi legalitas tinggal hidup satu atap (biar tyda digrebek warga). Pingin punya anak? Masih banyak anak terlantar yang butuh dibesarkan dengan cinta juga. Belum lagi ketika ia menyinggung tentang ‘kejahatan pasangan yang menikah kepada anak-anak mereka kelak’ karena telah sengaja “menghadirkan” insan tidak berdosa untuk hidup dan bertahan di dunia yang keras oleh ketidakadilan manusia-manusia dewasa ini, korupsi yang sistemik, dunia yang sesak, persediaan air yang semakin menipis, dan udara yang semakin tercemar.

Well. Membicarakan pernikahan dari sudut pandang itu mungkin butuh diskusi dan satu postingan utuh yang lebih panjang. Singkatnya, aku tidak sepakat dengan pendapat-pendapat itu. Walau aku fully aware dengan kompleksnya problematika dunia saat ini, aku tetap ingin menikah.

Di sisi lain, jika kita mau membuka mata lebih lebar, mendengar lebih peka, akan banyak lho kita temui kisah-kisah pilu tentang pernikahan. Yang tidak siap dengan perbedaan antara sebelum dan sesudah pernikahan, innerchild yang belum tuntas, dianugerahi anak spesial, orang ketiga dari masa lalu yang tiba-tiba muncul, masalah finansial, belum lagi perselisihan dengan keluarga pasangan, perasaan jenuh dan bosan…. dan lainnya. Banyak banget. 😅

Jadi, mengapa menikah?

Kembali kugarisbawahi. Apa nilai yang kita percaya?

Sejak awal, aku percaya bahwa menikah adalah sarana.
Ia ibarat mobil yang membawaku ke tujuan penciptaan manusia: beribadah. Visi hidupku. Visi dunia dan akhiratku.

Menikah adalah sarana beribadah menuju pertemuan dengan Allah di surga dengan mulia.

Dengan mengenali visi diri dan tujuan penciptaan, maka alasan kenapa menikah jadi terang diucapkan.

Ketika memiliki visi hidup, mengenali diri lebih baik, akan lebih mudah bagiku dalam memanfaatkan waktu dan Allah akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang bervisi sama, berfrekuensi satu.

Idealnya, menikah akan menambah dinamo baru untuk saling mendukung dalam bertumbuh dan menggapai cita-cita. Mimpi pribadi yang jadi mimpi bersama.

Sungguh aku sangat menyadari, dengan berbedanya karakterku dengan suami, akan ada friksi kecil sampai besar yang akan muncul. Dari tiap hal yang kami berdua lakukan, baik dalam support untuk aktivitas masing-masing, penyusunan mimpi jangka panjang keluarga hingga pekerjaan rumah tangga, kami ingin lakukan dalam bingkai bertumbuh, fastabiqul khairat. Melakukan apapun sedari awal diniatkan untuk menjemput ridha dan berkah-Nya.

Jadi…

Kalau kamu, mengapa menikah?

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: