Petunjuk dari Jakarta

Aku sudah sering ke Jakarta.

Sejak SMA, mulai dari alasan dulin–main, mengantar ibu survey studio Mamah dan Aa–wkk, nonton Ustadz (tapi ternyata acara dibatalkan H-1 karena sebuah aksi terjadi), sampai tes atau wawancara sesuatu.

Saat pertama kali, aku berangkat dengan penuh prasangka terhadap kota ini. Jakarta bagiku bersinonim dengan jarak sosial, egoisme, tak acuh, polusi, korupsi….  dan hal negatif lainnya. Saat itu, dengan mobil yang terjebak macet, aku melihat seorang pengendara motor yang terserempet, namun yang nyerempet kabur aja.  

Kamu pasti udah lihat iklan Meikarta? Lol. Nha. Kira-kira yang kurasakan tentang Jakarta mirip  yang dilihat adik itu.  (Ew iki kok aku promosi?  – -)

Namun, berbeda dengan minggu lalu.  

Aku berangkat dengan hati yang luar biasa biru, gembuk, dan siap ambyar kapanpun. Banyak pertanyaan dan keresahan yang kubawa, erat kugenggam di sepanjang kereta yang berjalan ke barat. Ini perjalanan solo– ke Jakarta — kesekianku, dan rasanya berbeda.

Qodarullah, Allah mempertemukanku dengan banyak manusia, menyimak kisah, dan seperti sengaja melibatkanku dalam alur pikiran mereka. Titik-titik yang acak di otakku, perlahan terhubung dan menemukan garis konstalasinya. Walau samar,  kurasa aku bisa sedikit membaca utuh. Saat kembali dari perjumpaan dengan manusia-manusia luar biasa yang Allah pilih itu, aku berusaha untuk merapihkan memori pertemuan itu di otak. Menyimpannya rapi– yha dengan analogi sederhanaku, kunamai foldernya: Untuk di Ingat – Memoar dari Jakarta. Wkk. 

Walau belum terjawab semua, tapi aku cukup senang. Mungkin Allah sedang memberi petunjuk lewat mereka, dan sungguh aku bersyukur menyadari kemungkinan itu.

Salah satu dari mereka, di sebuah DM Instagram pernah memberitahuku sebuah lagu yang keren sekali. Katanya lagu itu akan mengingatkan kita untuk menelaah lagi alasan kita bangun setiap hari: memilih untuk menjaga idealisme atau meninggalkannya di meja lalu bersiap pergi menembus kemacetan jalan raya.

Kamu harus cek lagunya disini.

Author: nezhafath

a klepon-hearted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: