Ini Bulan Ramadan

Ini bulan Ramadan, Kak. 

Tidak boleh ada yang bersedih di bulan ini.

Lihat wajah-wajah itu, baik yang berbuka dengan beberapa butir kurma curah serta gorengan maupun kurma premium asli Madinah harga 600.000 dan cake red velvet, semua sama bahagianya. Mengawali buka puasa dengan doa dan syukur.

Ini bulan Ramadan, Kak. 

Anak-anak rantau menghitung hari. Tiket sudah dipesan jauh-jauh hari. Mahal sekalipun tidak masalah.  Berjubel di stasiun dan bandarapun, tidak ada apa-apanya.

Pulang ke rumah.

Mengingatnya adalah merdu, pelipur segala lelah. Sudah menyisihkan rupiah dan membelikan sepotong baju untuk ibu dan keponakan. Biar Hari Raya semakin semarak. Rindu yang ditabung, insya Allah akan segera lunas. 

Ini Bulan Ramadan, Kak. 

Ada rahmat, ampunan, dan berkah Allah yang bisa kita ambil dimana saja. Di sudut-sudut malamnya, di siang teriknya, di menit sebelum berbuka, di pagi setelah subuhnya. Kapanpun kau ingat, segeralah berdoa. Apa saja. Karena ini bulan Ramadan

Semua bahagia.

Ini bulan Ramadan, bulan dimana kita diberi kesempatan kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Mengingatnya, kekuatanmu seharusnya bertambah.  Mengingat bahwa Allah menyimak baik-baik setiap harap dan takut itu, seharusnya membuatmu kuat.

Kau punya Allah, dan itu lebih dari segala cukup.

Jadi jangan sedih.

Ingat, ini Bulan Ramadan. Allah lebih dekat bersama kita. 

Advertisements
Ini Bulan Ramadan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s