Tamu di Depan Rumah

Ada tamu yang dinanti-nanti datang dua hari lalu. Tamu agung. Ramadan.

Walau tidak berkesempatan berpuasa di hari pertama (sampai hari ini dan lima hari selanjutnya), aku merasakan datangnya detik-detik Ramadan ini dengan berbeda dari tahun sebelumnya. Ada deg-degan, malu, sekaligus bersemangat. Well, I do hope that this is a good thing…

Aku masih ingat Ramadan tahun lalu, karena suatu hal yang sangat duniawi— seperti deadline skripsi di bulan puasa serta sidang skripsi beberapa hari setelah lebaran– aku merasa kurang memaksimalkan Ramadan. Tidak ada romantis-romantisnya. Semua gara-gara skripsi, /lol/, maksudnya, monster dalam diri yang dominan dan sibuk mencari pembenaran untuk lalai. Aku ingat, memaafkan diri di setiap 1 Syawal sering jadi hal yang cukup sulit dilakukan. Tahun lalu, salah satunya karena ini. Tidak maksimalnya aku pada Ramadan.

Dan ketika dipertemukan lagi dengan Ramadan tahun ini, sungguh rasanya seperti mendapat jawaban dari doa-doa yang padanya kamu belum siap. Aku deg-degan saat sore menjelang masuknya 1 Ramadan, mata perih sembari terus beristighfar. Ya Allah, semoga bisa. Semoga Engkau mampukan.

Yah, jadi.. Hai. Ahlan wa Sahlan, Ramadan.

Bulan luar biasa ini datang lagi, menyapa dengan ramah dan sangat ganteng padaku. Sedang aku tersenyum kikuk, sungkan dan malu karena merasa belum layak didatangi jawaban dari doa-doa ini. /hadeu kok seperti jodoh. . …..

Memikirkan rutinitas yang baru serta segala kombinasi asa dan harap itu, membuat Ramadan kali ini terasa lebih personal bagiku. Aku mungkin sedang berlomba dengan diri sendiri. Tolak ukur keberhasilannya sederhana: Ramadan tahun lalu. Tahun ini harus jauh lebih baik. Variabel-variabel baru di tahun ini (rutinitas dan harapan-harapan) jadi tantangan sekaligus motivasi untuk tidak melewatkan Bulan Ramadan begitu saja.

Di bulan Ramadan, semuanya jadi tentang aku dan Allah.

Target-target Ramadan adalah caraku membangun jembatan, memotong jarak, dan mendekat sampai sedekat-dekatnya. Merasakan manis dan lembutnya iman.

Semoga.

Advertisements
Tamu di Depan Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s