Kehilangan Kode Booking Kereta dan Hal-hal yang Terjadi Setelahnya

Jangan panik. 

Self-advice yang kusampaikan kuat (dan diam-diam) saat mengetahui struk Indomaret berisi kode booking tiket kereta api keberangkatanku (yang 30 menit lagi)  tidak ada di dompet. 

Cari lagi. Pelan-pelan.

Jantung berdetak lebih kencang, terasa mau keluar. Suara ayah di belakang kemudi yang ngobrol dengan Ibu mengiringi pencarian sia-siaku.

Innalillahi.

Sederet skenario A, B, dan C silih berganti di pikiran. Terbaik sampai terburuk. Terbaik,  tiba-tiba struk isi kode booking ketemu,  terburuk,  aku beli tiket baru.. dan kereta paling awal adanya… besok pagi. Lalu aku harus..  menginap di stasiun (?)

Kesemua skenario itu dilakukan tanpa diketahui ayah dan ibuku.  Bisakah? 

Deg.. deg.. deg. 

Jangan panik.

Tangan mulai bergetar, fix nggak ada. Oke,  aku kehilangan kode bookingku yang berarti aku tidak bisa check in dan masuk ke kereta. Kucermati dimanakah kira-kira struk itu, merunut kronologis beres-beres sempurna tadi pagi. Namun semakin lama, semakin aku brutal membuyarkan investigasi, kesuwen, bukan waktunya.  Pikirkan saja yang paling penting saat ini: struk nggak ada, jadwal keberangkatan 30 menit lagi. Stasiun Pasar Turi semakin dekat. Ayah dan Ibu yang merasa baik-baik saja. Tiketnya nggak ada.  Terus gimana? 

Oke. Bismillah. Mari kita selesaikan sendiri. 

Sambil menghela napas dan shalawat sebanyak-banyaknya, aku menekuri handphone dan bertanya pada tak lain tak bukan Google dan mengetikkan “Jika Kehilangan Kode Booking Kereta Api”

…..

…..

 … 

Ada. 

1 Telepon Customer Service di nomor 021-121. Siapkan KTP

2. Kirimkan email ke kontak-pelanggan@keretaapi.co.id dengan isi Nama, nomor KTP,  stasiun keberangkatan,  tujuan,  dan waktunya. 

Namun kemudian yang kulakukan ketika sampai adalah segera berlari ke Kantor Customer Service sambil terus dzikir. Semoga benar bisa..  Waktu tinggal 20 menit keberangkatan kereta..

Ternyata bisa. Kita hanya menunggu dan Mas/Mbak CS akan mencarinya dan menuliskan Kode Booking kita di selembar kertas lalu kita bisa langsung memproses di mesin cetak tiket mandiri seperti biasanya. 

Alhamdulillah…

Mungkin karena akumulasi insiden menengangkan yang sudah selesai tanpa siapapun tahu, ketika aku mencium tangan ayah dan ibu,  tiba-tiba hati dan mataku gerimis.  

Lega bercamput perasaan yang aduk. Anak perempuanmu ini lho Bu, Yah…. Kecerobohan level Surabaya-Jakarta, dia bisa ngatasi kok. Lol.  

Petuah-petuah Ibupun mengalir di tengah keramaian dan odi tengah-tengah orang yang terburu-buru.

“Hati-hati, dompet,  HP,  jangan teledor. ” walau disampaikan berulang kali dengan nada serius, bagiku saat itu, suaranya jadi terdengar lebih merdu dan ritmis. Walau ini keberangkatan solo kesekianku, entah mengapa, yang saat ini membuat mataku panas. 

Hati-hati, niatkan ibadah sekaligus silaturahim.. ” Kata Ibu. Aku menerima tas merah isi makanan dan nasihatnya yang tulus dengan hati yang basah. Mencium dan memeluk keduanya dengan penuh.

“Nanti di makan di kereta ya kalau lapar…” 

Aku menahan tangis sedemikian rupa, masih merasa akan membuat mereka khawatir dan bertanya-tanya jika ku loskan semua air di pelupuk mata ini. 

“Hati-hati! ”

Ayah dan Ibu melambaikan tangan padaku dari balik dinding kaca, padaku yang ada di antrean masuk yang makin memendek. Menjauh dari mereka.  

Hati dan mataku basah.

Apa begini ya rasanya?

  

Advertisements
Kehilangan Kode Booking Kereta dan Hal-hal yang Terjadi Setelahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s