Ruang Sabar

Kurasa setiap kita dihadapkan pada ujian sabar hampir di tiap waktu. Pada setiap keadaan. Menjalani pilihan-pilihan atau bertemu peristiwa yang tidak cocok di hati, Allah suruh kita bersabar. Bersabar adalah kata kerja yang melibatkan seluruh indera untuk benar menyanggupi. Menahan perih, marah,  lapar, lelah dan entah apa sedikit lebih lama.

Sabar itu susah sekali.  

Susah sekali.

Kusadari,  spektrum kesabaran, dewasa ini semakin beragam. Sabar tak lagi terhadap hal-hal menyedihkan seperti tidak tercapainya target, kehilangan harta,  sakit, atau kesabaran dalam hal kenikmatan seperti kekayaan atau pencapaian. Satu hal yang kurasa penting dan akan terus diuji adalah sabar dalam menghadapi diri sendiri, memilah respon terhadap sesuatu yang terjadi.  Karena segala hal di dunia ini sesungguhnya tidak benar-benar berimpak kecuali kita sendiri pilih reaksi apa dalam menghadapinya kan? 

Ujian diri manusia beragam, hal-hal yang menjatuhkan mereka sekaligus yang menguatkan mereka pun berbeda. Bersabar saat sendirian. Menahan keinginan untuk bermaksiat, curang, mendzalimi diri dan saudara lewat diskusi kosong di sosial media, bermalas-malasan… You name it.  

Saat sudah 3x mengingatkan ponakan yang datang dari TK lalu langsung nyalain TV tanpa berganti baju dan kaus kaki, walau keinginan untuk mencubitnya disini disitu begitu meraja,  kita tahan. Ujian sabar.  

Saat segala hal tampak baik-baik saja,  dunia tempat berpijak terasa aman dan nyaman,  atau saat keinginan untuk memperlama istirahat dan ongkang-ongkang kaki menguasai, tahan. Sabarlah dalam melawannya. Semoga sebelumnya kita sudah punya pemahaman tentang betapa cepatnya waktu berjalan menuju akhir jatahmu tanpa benar peduli padamu yang merasa masih punya waktu. Memperbaiki ini itu di lain hari. 

Bersabar terhadap usaha-usaha memperbaiki diri, menuntut ilmu (panasnya udara di siang hari atau  AC yang mati), bersabar dalam menghadapi godaan receh seperti drama Korea yang sudah kutahu dan paham betul sarat ide-ide kebahagiaan semu sampai godaan untuk menghentikan nafas bermimpi karena rintangan rasanya begitu meliuk di seberang sana. 

Sabar. 

Allah akan membalas segala kesabaran itu dengan sebaik-baiknya balasan. Sabar, ingat kembali siapa yang Maha Sabar menyaksikan kebodohan kita setiap hari,  baik dalam kumpulan maupun sendiri. Dalam ramai maupun sepi, namun tetap berkehendak mencurahkan nikmat-nikmat itu.

Sabar.

Jika memang sebegitu susahnya, pejamkan mata, ambil nafas dalam-dalam, sebut nama Allah saja, lamat-lamat. Ingat lagi janji-Nya. 

Sesungguhnya orang yang bersabar akan diberikan pahala mereka tanpa batas. 

QS. az-Zumar: 1.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s