Hari Kedua

Aku sedang mencoba menekuni sebuah saran menulis. Entah apa namanya, adalah sebuah usaha dimana pertama kali bangun tidur kegiatan pertama yang dilakukan adalah menulis. Apapun. Katanya, hal itu dapat menstimulasi pikiran untuk tetap sehat dan produktif selama sehari penuh. Ini hari kedua aku memulainya di buku yang sangat menggetarkan hati ini. Well, aku tidak tahu motif apa yang Bocil pikirkan dengan meletakkan kutipan-kutipan itu, namun kurasa karena kita sama-sama suka Edward Tulane dan petualangannya. Dan sejujurnya, kutipan Pram yang dia pilih membuatku agak bergidik, hilang dalam pusaran sejarah lho yho. Anw, kenapa ya kita ingin sekali diingat manusia lain walau sudah meninggal? Wkk.

Omong-omong, kira-kira berapa lama ya rutinitas ini bertahan padaku. Heu.

Ramadan kali ini, semoga kita (terlebih aku!) tidak terlalu terlarut retorika duniawi macam skripsi hingga abai terhadap peluang-peluang ukhrawi yang Allah gelontorkan di bulan ini.

Selamat menempuh bulan suci Ramadan!

Advertisements
Hari Kedua

You will be sitting here busy reading all your books, telling me about all theories that you’ve read, all the literature that you’ve been amused of.

And all the poetries that you’ve memorized by heart, and i’ll be here sitting next to you, reading your face.

For how long?

For as long as we shall both live.

Hala el-Abed.