Penuh dengan Aku.

Akhir-akhir ini aku sering berpikir tentang nasib orang-orang yang menghabiskan waktunya bersamaku, tentang bagaimana mereka nanti bisa menghadapiku… yang begini. Kemudian aku disergap rasa bersalah. Kasihan mereka.

Hari ini, seperti sebuah jawaban, seseorang yang kuhormati berkata, “Kamu luar biasa, Nezh. Luar biasa ragu-ragu.” katanya.

Kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama secara personal, bertukar pikiran tentang sebuah film dengan isu tertentu, atau saling bertanya tentang hobi masing-masing. Biasanya, dengan kriteria begitu, tentu saja aku akan mengabaikan omongannya, terkikik sambil lalu, dan menolak repot-repot membantahnya.

But I just can not do that.

Ucapannya menggema di ruang pikirku. Membuatku tercengang, bertanya-tanya, mengerutkan kening, men-scan otak.

Apa iya?

Aku kemudian disergap kesadaran . Jangan-jangan memang iya. Jangan-jangan, memang aku adalah orang yang membingungkan, merepotkan orang-orang di sekitar. Selama ini aku saja yang selalu berdalih tentang keakuanku yang ogah repot membuat orang-orang percaya dengan apa yang kujelaskan. Sedari awal aku yang menolak mengerti.

Dan membiarkan orang lain terkena getahnya.

Aku membayangkan nasibku dan nasib orang-orang terdekatku jika mereka mengambil keputusan penting membersamaiku. Menyusun hipotesa ini itu berdasar hari ini, aku lalu bergidik ngeri. Bukan tidak mungkin, aku akan berubah menjadi menyeramkan, menjadi alasan mereka terluka dan bersedih. Aku sudah lama mengabaikan harapan-harapan yang orang semat padaku, maksudku, kurasa aku tidak perlu susah payah mengejar standar-standar irelevan yang orang beri padaku.

Tapi, mungkin aku memang harus dipatahkan. Supaya aku tidak penuh dengan diriku sendiri. Meredefinisi keakuan.

Mungkin, harapan-harapan orang lain itu adalah lem yang kubutuhkan saat aku patah, jadi remah dan serbuk, siap hilang bersama debu.

Eh, Jangan hilang, jangan…

Dan dari kesedihan ecek-ecek ini, yang paling menggetarkan adalah ketika mengetahui bahwa Allah mengetahui. Menyimakku baik-baik. Menunggu reaksiku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s