Perayaan Pepohonan

Selamat Hari Pohon!

Menyandang kata “Pohon” sabagai nama blog ini, kurasa blog ini boleh-boleh saja merayakan tanggal 21 November (juga) sebagai hari jadinya.

Menanam pohon, kata sebuah penelitian yang dirilis situs resmi WWF, adalah salah satu kegiatan yang dapat membuat suasana hati menjadi jauh lebih baik. Aku tidak terlalu ingat dengan bunyi penelitiannya, tapi jika ku logika, rasanya ya masuk akal.

Menggali tanah, meletakkan tunas, dan menyiraminya.

Rangkaian kegiatan ini seperti tahap penyembuhan. Menyaksikan dua tanganmu memegang bibit kehidupan baru lalu membayangkan nantinya ia akan tumbuh besar, kuat, teduh, dan menjadi penyedia oksigen, kurasa   dapat memicu perasaan senang, lega, dan merasa berguna. Apalagi jika ditambah dengan meyakini sebuah hadist shahih berbunyi,

Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman lalu burung memakannya atau manusia atau hewan kecuali ia akan mendapar sedekah karenanya.

HR. Bukhari

Dijamin kegiatan menanam pohon ini akan semakin menyenangkan. Perasaan risau, merasa diri menyedihkan, atau biru yang ganjil, mungkin akan segera terganti.

***

Kemarin sore menjelang maghrib saat keluar dari perpustakaan kampus, aku mendapati sebatang pohon entah apa yang tiba-tiba tampak berbeda dari biasanya.

Sungguh, selama pagi-siang hari ia tidak terlalu tampak terlihat. Walau ia cuma satu-satunya pohon raksasa di tempat itu. Kondisi lahan parkir yang mengenaskan di kampus B benar tidak memberi orang kesempatan untuk melihat-lihat. Pohon itu benar menjadi payung teduh dari terik matahari. Tangan kokoh ranting beserta daunnya menutupi hampir separuh parkiran. Membuat orang lalu lalang di bawahnya tanpa perlu memicingkan mata. Parkiran yang saat itu sudah kosong dengan langit yang menjingga di latarnya, sungguh memunculkan kesan lain dari pohon itu.

Ia gagah, pendiam, dan cantik.

Kubayangkan, dengan diameter sebesar itu, kuasumsikan ia berusia lebih tua dari universitas telah menyimak cerita berbagai generasi mahasiswa yang lalu lalang ke perpustakaan di depannya. Mahasiswa yang terburu-buru, yang menahan kantuk, yang kebingungan, yang monolog, yang menahan tangis. Ia setiap hari memayungi manusia yang lewat dan mobil-mobil terparkir itu selama bertahun-tahun. Kehadirannya, untuk sebagian orang, mungkin hanya dianggap pelengkap saja. Tapi pohon tetap disitu, tulus memayungi, kokoh, simbol kesediaan memberi manfaat tanpa peduli dikenali.

Pohon yang keren sekali.

Advertisements
Perayaan Pepohonan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s