(Hampir) Setahun

Kami bertemu dalam sebuah program beasiswa sebuah CSR BUMN. Saat berada di Tretes mengikuti pelatihan yang melibatkan penerima beasiswa ini dari seluruh Indonesia Desember tahun lalu, betapa saat itu aku yakin dengan program ambisius jajaran CSR ini. Bapak Ibu terhormat dari Jakarta itu nampak sangat meyakinkan dalam melihat kami sebagai “agen-agen” di kalangan anak muda yang akan membawa virus kebaikan terhadap lingkungan. Kami pun semakin bersemangat.

Lalu kemudian, beberapa waktu lalu, kita bisa melihat berita bahwa mantan orang nomor satu di CSR ini tersangkut kasus korupsi dan gagal jadi calon Ketua KPK.

Terlepas dari kemungkinan politis di dalamnya, saya pribadi meyakini bahwa beliau orang yang baik, passionate, dan tulus.

“Elah, arek sobi iku aktivis lingkungan gegara beasiswa tok.”

Program beasiswa ini, sayangnya, gagal membentuk citranya sebagai program yang serius mewadahi aktivis muda lingkungan seluruh Indonesia. Program ini diisi oleh mahasiswa-mahasiswa strategis berbagai bidang, yang sayangnya, jarang ada yang benar-benar memiliki ketertarikan dalam bidang lingkungan. Tolak ukurnya gampang, dilihat dari rekam jejak dan partisipasi mereka dalam proyek regional.

Jika boleh membandingkan, program beasiswa berbasis yayasan seperti Pepesdemes-lah yang menurutku sangat baik dalam me-maintanance penerima besiswanya. Ada indikator pencapaian, kewajiban mengikuti kajian dan pelatihan, target yang harus dipenuhi setiap bulan, dan jika melanggar, beasiswa diputus. Ia dikeluarkan dari gumbulan. Wawh.

Berbeda dengan kami. Kamu bisa aja nggak terlibat sama sekali dalam penyusunan ide dan proyek tetapi tetap mendapat dana setiap bulan.
Ya, yang seperti itu memang tidak semua, tapi… ada, dilakukan oleh beberapa oknum.

Bahkan dinyinyir sama komunitas lingkungan lain karena dianggap bergerak-gegara-duit-doang-sehingga-terkesan-asal-aksi juga pernah kami alami.
Terlepas dari kekurangan ini, aku berharap apapun keputusan dari pusat, tidak akan mengubah spirit yang sudah pelan kami bentuk.

Karena dari program ini, aku yang dulunya mungkin menjaga bumi hanya sekadar lewat menolak kertas kresek dari indomaret, mulai memasukkan pemberdayaan lingkungan secara terstruktur dalam mimpi-mimpiku.

Perubahan kami susun sendiri dari Surabaya, dengan sejumput pengetahuan manajemen SDM dari kampus, alur kerja, sampai branding aksi yang dikolaborasikan.

Pilihan untuk maju dengan idealisme baru berarti mereduksi juga jumlah kami yang awalnya 24 menjadi 12. Sisanya sedang bergerak sesuai passion dan cita-citanya masing-masing. Semoga sama-sama diberi kekuatan.

Kami ingin sampai pada titik kalau dapat kabar tentang beasiswa cair itu seperti bonus aja. Karena mendapat kesempatan untuk berbagi, belajar, dan bergerak bersama merupakan pengalaman yang memperkaya diri kami. Mengkristalkan spirit menjaga bumi ini dalam ruang lingkup yang nyata dengan wajah gembira, dan hati yang penuh. Semoga tidak terdengar naif.

Selamat setahun, Sob.

image

 

Advertisements

2 thoughts on “(Hampir) Setahun

  1. andien1994 December 7, 2015 / 4:00 PM

    Bisa dilike seribu kali nggak sih ini??? Sweet bangeyyy siiih qaaq. Makin sayang deh :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s