Titip Salam

Sudah, sudah.

Saya sudah maafkan kamu dari dulu. Sekarang, pergi. Berteman dengan kemungkinan ini, ketidakpastian itu. Dua-duanya kawan yang baik, saya rasa.

Sampaikan salam saya pada waktu, betapa saya ingin mengucapkan terima kasih, karena telah menemanimu sampai ujung. Terkadang jadi hantu, mesin, atau kristal-kristal.

Kamu boleh jatuh, bersedih, kecewa, terluka, lalu jatuh lagi,
Tapi kamu jangan berhenti percaya.

Sesering apapun mengingkari, kamu akan tetap membuat saya takjub dengan caramu menatap inci sudut dunia. Saya kagum karena kamu telah bersusah payah mengumpulkan yakin, walau kadang ia jatuh bercecer, berubah jadi koin-koin. lalu dengan berpeluh, kamu pungut satu-satu keping harapan, mimpi, dan keberanian itu.

Saya ingin kamu selalu percaya.

Ada dipan-dipan wangi, ada rindu yang harus kamu tuntaskan karena sudah membuncah, ada pertanyaan dan janji dari-Nya yang ingin kamu buktikan.

Sampaikan salam saya pada waktu. Saya tidak sabar bertemu dengannya, saya ingin mendengar ceritanya selama mendampingimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s