Tentang Sebuah Rumah

Siang. Terik. Surabaya.

Mengantuk dan terlelap di mobil. Beberapa tempo kemudian, terbangun dan menemukan pemandangan luar jendela yang sama sekali berubah.
Ladang jagung kanan kiri, diputari anak-anak Gunung Kelud.

Sampai di sebuah halaman luas dengan pohon mangga kokoh memayungi.
Anak-anak di dalam rumah terhenti dari aktivitas eja hijaiyahnya, dengan kerudung menutup separuh mata, mengerjap penasaran dengan kehadiran mobil di pekarangan.
Siapa yang datang? Membawa apa? Ingin apa?

Anak yang lain, ada di dekat kolam, melihat seksama kura-kura sebesar piring makan timbul tenggelam. Mungkin mengira-ngira makanan favorit kura-kura.

Assalamualaikum!

Disini, anak-anak dipersilakan belajar apapun dengan tangan sendiri, memahami pelan-pelan siklus alami semesta dari pekarangan sendiri. Terkagum-kagum dengan munculnya tunas baru dari daun yang ditanam minggu lalu, juga kacang panjang yang ternyata bisa memilin membelit bambu, melawan gravitasi.

Eh. Masih ada sepetak tanah, bagaimana kalau mencoba menanam lombok?
Tentu saja kita bisa mencobanya! Apapun bisa kita coba disini. Apapun hasilnya.

Hampir maghrib, hafalan surat-surat pendek terdengar dibaca anak anak dari surau, hari semakin gelap.

Di ruang ini, buku-buku memang benar menjadi jendela, mercusuar dunia. Dibaca dan dibolak balik dengan mata berbinar. Kita akan bisa jadi apapun dalam dimensi hampir manapun– mengira-ngira rasanya berada di zaman dinosaurus, menjadi anak yatim piatu, berkeliling Jepang, atau menjadi penemu pesawat terbang.
Lewat buku-buku, kita akan pergi kemana-mana.

Kita harus mencintai buku dan terserap di dalamnya, tak lain tak bukan karena Allah perintah kita, karena buku yang paling indah telah mencatat perintah ‘bacalah’ dalam urutannya yang paling pertama.

Baca, butuh aksara. Mengejanya, butuh peka.

Kelelahan disebabkan memilih rumah ini, semoga Allah ganti dengan ridho dan berkah-Nya. Mungkin lewat semakin ramainya tempat ini, lewat sampah yang kita olah jadi pupuk, gelak tawa anak-anak yang bersembunyi di balik badan kita, atau bahkan di gagalnya panen kangkung.

Semoga Allah izinkan.

Advertisements
Tentang Sebuah Rumah

One thought on “Tentang Sebuah Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s