Saat Keluar Rumah

Tahun lalu, aku pernah kehujanan di jalanan asing dan macet.

Tujuanku Bulak Banteng, dengan berbekal sms ancer-ancer minimalis, aku berangkat ke tempat itu. Aku nggak tahu sejak kapan kemampuan menghafal jalanku jadi menyedihkan seperti itu. Intinya aku tersesat. Aku menghabiskan dua jam di perjalanan dari Rungkut ke Bulak Banteng yang normalnya bisa ditempuh hanya 30 menit. Satu setengah jam sisanya aku muterin jalanan Surabaya Utara yang… asing. Sendirian dan kehujanan. Mempercayai kuat-kuat intuisi, kalo kerasa sreg ke kanan, ya ke kanan, kiri ya kiri. Aku juga pernah menghabiskan dua jam perjalanan dari rungkut ke Universitas Ciputra. Tanpa bekal apa-apa kecuali Google Maps. Gaya pol. Waktu itu aku belum terlalu mahir baca peta di layar hape kurang dari 5 inci dengan GPS nyadat-nyadat. Dengan bimbingan dari kawan di line, sampai juga di tujuan.

Tersesat di jalan. Mungkin aku harus mengevaluasi tentang kebiasaan itu, mungkin.. aku kurang dzikir.

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah berkata “Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”

Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah.

Sebuah dzikir keluar rumah yang sejak SD selalu dibaca keras-keras oleh ayahku ketika menggonceng berangkat ke sekolah dengan sepeda motor. Dari dzikir itu aku mengambil dua poin penting: ada janji Allah tentang diberinya kita petunjuk dan benteng penjagaan yang kokoh saat mengamalkannya setiap keluar rumah. Mungkin sampai usia segini, aku mengamalkan itu sambil lalu, tidak benar menghayati sampai ke ubun-ubun tentang betapa dahsyatnya dzikir pendek itu.

Seperti kata Ustadz I dalam salah satu majelisnya, di setiap ketidakberesan diri dan hidup yang kita alami tiap hari, entah itu sifat lupa yang parah, prokrasinasi akut, sukar mengendalikan amarah, gampang mengeluh, hal itu mungkin dari sebab kita tidak benar-benar mengamalkan Alquran dan Hadist. Islam adalah ajaran paripurna yang semakin ditelaah semakin kita takjub dengan betapa luar biasanya ajaran ini. Ia menyentuh sendi-sendi kehidupan dari berbagai aspek dan sisi.

Tentu saja, dengan pemahaman yang masih segini-segini aja, banyak hal tentang Islam yang belum kuketahui, banyak hal yang harus terus dipelajari dan diamalkan.

Petunjuk dan benteng penjagaan yang kokoh dari Allah. Dua hal yang Ia janjikan untuk berikan kepada hamba-Nya setiap kali berdzikir saat keluar rumah.

Dan siapakah sebaik-baik penepat janji selain Allah? Nah. Itu semua selalu kembali kepada bayang diri di depan kaca, eh kamu mengimani janji itu nggak sih?

Advertisements
Saat Keluar Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s