Oknum F dan Ceritanya

Cinta tidak penting sekarang, cinta penting dikenal sekarang. Kenali cinta yang penting. Singkirkan cinta-cinta yang tidak penting, yang mendayu-dayu. Kita tidak merdeka dengan cinta mendayu, merayu, meragu. Kita tidak produktif dengan melankolia, duka, dan ragu. Ketiga hal ini menagih waktu darimu. Ketiganya tumbal di saat orang-orang bahagia terus melaju. Kita diajarkan untuk terbang ke angkasa dan membayangkan nirwana, tapi kita tidak dikenalkan apa itu navigasi dan badai salju. Kita tidak disiapkan untuk jatuh.”

Aku lumayan tergugah dengan sebait tulisan orang asing di tumblr itu. Merasa pernyataannya benar, merasa mungkin selama ini aku dikelilingi oleh orang-orang, tulisan-tulisan, buku-buku, yang suka mendayukan perasaan.

Perasaan yang diberi makan dan dipelihara sedemikian rupa untuk jadi bahan renungan ngelantur sana-sini, yang membuatnya melupakan apa yang sebenarnya lebih hakikat untuk dipusingkan.

Aku mendengar sebuah kisah dari Oknum F, dengan pelan, ia bercerita tentang dirinya yang merasa bodoh karena telah salah paham mengartikan sebuah kebaikan seseorang– selama bertahun-tahun.

Kisah yang mungkin sudah pernah kita dengar; bertemu seseorang, bertukar beberapa pandangan, merasa diistimewakan, jatuh cinta, mengumpulkan tanda-tanda, mencocok-cocokkan, lalu memutuskan menunggu.

Sebuah kesalahpahaman yang luar biasa besar karena ternyata yang ia yakini juga melakukan hal-hal melelahkan bersama itu ternyata bilang kalau tiga hari lalu menikah ._.

Ya. Ternyata selama ini ia berjuang sendirian. 

Warbiyaza.

Dengan wajah geram bercampur linglung, ia bercerita, “Aku merasa buang waktu, Nez. If I did not meet that person, i think I’d done other.. you know, better and heroic things. Punya perasaan pink begini merepotkan sekali. It’s like there’s an ogre, eats you up from inside. Mengambil hampir sebagian besar perhatianmu, menunda hal-hal krusial hanya untuk mengira-ngira maksudnya.”

Oknum F ini adalah temen obrol dan diskusi yang baik, jadi aku akan berusaha menjadi pendengar yang baik. Aku menatapnya penuh perhatian, menahan semua keinginan dan komentar.

“Aku nggak percaya aku terjebak di hal-hal receh begini. Gila. Ini aku yang beneran bodoh atau laki-laki emang beneran jahat sih?”

Lalu ia mendesah panjang, “Aku kok jadi takut nikah ya..”

Lho ._.

Pesan yang kemudian kusampaikan pada F selanjutnya bagiku adalah pesan yang klise. Tapi tetap kusampaikan perlahan, yang secara misterius memantul padaku. Akan kuingat juga baik-baik.

Di motor yang bergerak menuju rumah, aku berpikir keras tentang perbincangan kami.

Walau F selama ini berkali-kali menolak konsepsi bahwa perempuan cenderung berpikir irasional, tampaknya hal itu terjadi pula padanya.

Semoga F belajar banyak dari proses ini, Allah sedang menjawab doa-doanya. Allah baik sekali masih berkenan menunjukkan dan menyelipkan banyak pelajaran baginya. Banyak sekali. Insya Allah. 

Seperti kata Oknum V, jika ada seseorang yang benar menganggapmu istimewa dan berharga, ia akan menjagamu dengan penjagaan yang utuh. Menjagamu dari perasaanmu sendiri, tegas, tidak membuatmu mengira-ngira maksudnya saat menanyakanmu ini dan itu. Ia akan menghormatimu sepenuhnya.

F, kita memang harus berhati-hati, walau kita sering membaca kutipan menjaga hati dengan halah– oposye, kuharap kita akan selalu diberi Allah kepekaan dan petunjuk.

“Hati-hati, ya Nez dengan laki-laki jomblo berwujud apapun. Ikhwan sekalipun ada gradasinya. Ikhwan lembut sampai ikhwan liberal, hati-hati.”

Lol, F. Lol.

Baiklah. Mari bersegera memberi kabar jika ada laki-laki mencurigakan mendekat. Jangan dipendam sendiri. Jangan sok-sokan bisa membangun benteng. Cari teman yang amanah yang bisa merahasiakan dan mau+ tega menjendulmu pelan sampai keras.

Demi kebaikanmu. Demi kamu yang berharga.

F, terima kasih telah percaya padaku.

Advertisements
Oknum F dan Ceritanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s