Tugas Mencintai

Sedih sedang berbaris
saling senggol, berebut mendapat pengakuan
sebagai yang paling layak jadi alasan
air mata untuk gugur jadi buliran.

Dan telapak tangan memang selalu kerepotan
membawa rindu yang berat, senyum-senyum manusia, kepingan kecewa,
dan remah-remah mimpi juga harapan.

Mereka memang selalu seperti itu,
ingin ditekuni dan diperhatikan.
Berbuat onar, merasa paling punya hak untuk bergelayut di
singgasana pikiran.

Aku curiga
jangan-jangan memang harus seperti itu.
Karena kata mereka, mencintai adalah tugas jiwa.
Ha, berat sekali.

Advertisements
Tugas Mencintai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s