Kita dan Hal-hal yang Tidak Selesai

Ada sekitar seribu atau dua ribu hal yang nggak pernah tersampaikan kalau bertemu kalian.

Kita saling bertukar tatapan, menunjukkan tawa, sambil terus berharap semua cerita akan tersampaikan tanpa perlu disampaikan lewat kata-kata, karena kata-kata adalah sumber kesalahpahaman.

Lalu kita juga berharap, dengan hal-hal itu kita akan saling memahami dan mengerti; bahwa Oknum A sedang bergulung gelisah dan ingin ditarik lagi, Oknum F sedang bergulung di kegelisahan soal hati, Oknum I sedang kelelahan oleh tugas-tugas strategis yang menuntutnya untuk tegak berdiri, mengangkasa. Seribu lima ratus hari seharusnya menjadi waktu yang sangat cukup bagi kita untuk pandai membaca gerak-gerik tubuh.

Urusan kita belum selesai dan kuharap takkan pernah selesai. Kita hanya bergerak dengan tali yang semakin elastis melebar, memberi jarak yang berarti. Kita akan saling mengamati, memantau mimpi, berusaha untuk tetap menjadi penopang bagi satu dan yang lainnya, menjadi alarm, dan menjadi ketokan yang keras untuk kepala-kepala kita yang membatu di masa depan.

Karena kita akan selalu bersaudara, tak peduli jarak. Semoga ini bukan gombalan semata, ya.

Fan, Ning, My. Semoga Allah ridho atas kita.

Advertisements

One thought on “Kita dan Hal-hal yang Tidak Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s