Hari Ajeng Ve Sedunia

Nama lengkapnya Veronica Ajeng Larasati.
Hari ini usianya genap 20 tahun,  ia bercita-cita menjadi desainer.
Ajeng Ve adalah salah satu orang keren yang kutemui di hampir-20-tahun kehidupanku. Aku ingat, saat itu di bulan September 2012, pertama kali bertemu aku langsung berpikir bahwa orang ini sepertinya tak mungkin sudi nggumbul denganku. :v

Melihat Ajeng Ve, kita akan seperti disedot ke tahun 60-70an. Wajahnya manis khas Jogja dengan outfit berpakaian yang vintage (tau vintage kan? Vintage yang kayak di majalah-majalah gitu..) dan ia adalah seseorang yang sangat konsisten dengan hal itu. She has a taste, very good taste of fashion. Dengan rambut pixie, kulit coklat matang, dan wajah yang polosan– jarang dandan, dia selalu  jadi pusat perhatian. Dia juga punya definisi sendiri di hampir tiap hal, semuanya sarat dengan keberanian tampil beda dan jadi diri sendiri. Ohya, dia suka buku-buku Paulo Coelho.

Seharusnya, nggumbul dengan orang-orang seperti dia akan sukses membuatmu resah, merasa penampilan kurang sana-sini, merasa tidak nyaman atau gimana. Tetapi uniknya, dengan Ajeng Ve tidak. Dengan busana khas ukhti-ukhti, aku tetap damai-damai aja jalan bareng dia. Dulu sih waktu awal-awal, gaya berbusanaku dikomentari Ajeng Ve, “Hadoh Nezh, mesti polos-polos, motif keeek. Bawahan motif, atau atasan polos gitu.” atau, “Nez-nez, modelen hijabers gitu lhooo kayak Vitaaa.” Yang biasanya kutanggapi lalu sambil terkekeh-kekeh. Semakin lama, dia maklum juga, nggak bernafsu mengubahku jadi apa-apa. Malah kadang membesarkan hati ketika lingkungan pergaulan protes karena rok baruku kena bulpen sana-sini. “Nggak papa, Nezh. Gak papa. Itu namanya keunikan!”
… er..
terima kasih, Ajeng Ve.

Ajeng Ve punya passion yang kuat di bidang design. Dia sangat suka menggambar– doodle-nya keren-keren.
Kami berteman baik karena awalnya memiliki kesamaan nasib– ditolak kampus pilihan pertama dulu. Haha :v. Mungkin karena itu juga yang membuat kami– entah secara sengaja maupun tidak sengaja– kompak melihat permasalahan kampus dari sudut lain. Ajeng Ve adalah seseorang yang kritis dengan kegiatan kemahasiswaan di kampus kami dan kerennya, dia selalu punya solusi dan ide yang menurutku out of the box.

Bersama Ajeng Ve, ada beberapa obrolan yang rasanya hanya kami berdua yang paham. Mungkin karena kami sesama A, mungkin karena pernah sama-sama kecewa berada di tempat ini, mungkin karena sama-sama struggle dan mundur bersama di AIESEC, mungkin karena kami suka hal-hal remeh berkaitan tentang semesta dan isinya, mungkin juga karena punya pertanyaan yang sama setelah kelas mindblowing macam filsafat berakhir.

Dan saat Ajeng Ve akhirnya ditakdirkan untuk berada di Desain Produk ITS tahun 2013 lalu– meskipun bukan di FSRD seperti harapannya, aku senang sekali. Dia berkutat dengan hal-hal yang dia sukai. Meskipun dengan cerita-ceritanya tentang pengkaderan ITS yang lebay atau tugas-tugas Despro yang membuatnya tidak tidur dua hari, aku masih bisa menangkap antusiasnya. Ajeng Ve telah aman berada di dunianya. Tempat yang menopangnya menuju mimpi-mimpi yang dengan tekun ia jaga.

I’m now moving on from my old dreams.” kataku suatu siang di semester satu. Saat sedang gamang dengan rencana-rencana yang pernah kususun rapi. Ingin menempatkan ulang semuanya atau bahasa singkatnya, menyerah.
“Setauku Nez, nggak ada move on dalam bermimpi.” Sahut Ajeng Ve.

Dari Ajeng Ve, aku belajar banyak sekali. I learn a lot about living the dreams, not giving up on failure, and adjusting ourselves into the dance called life– without loosing our identity. Ha

Selamat Hari Ajeng Ve Sedunia ke 20, Ajeng!
I miss you.

P.S : Mungkin kamu penasaran dengan orangnya, sila berkunjung ke akun instagram veronicaajeng.

Advertisements
Hari Ajeng Ve Sedunia

Katajiwa Edisi Hujan

Katajiwa Edisi Hujan

Iya. Jadi waktu itu– bulan Oktober kalau tidak salah, malam tengah berisik sekali. Suara air bertemu pohon, tanah, dan genteng-genteng. Ada orkestra hujan. Terus aku nulis.

Kebetulan, dari akun @langitsastra, aku mengetahui bahwa saat itu majalah Katajiwa sedang mengadakan sayembara menulis bertema hujan.
Lalu aku kirim tulisan itu. Eh, ternyata dimuat.

Ada delapan tulisan lain bertema sama. Puisi dan cerpen.

Kalau mau membaca, silakan membeli melalui pesan singkat di nomor 082110526020. Harganya Rp 25.000.
Untuk daerah Surabaya, kalau cuma beli satu, bayar ongkirnya Rp 17.000.

Omong-omong, bulan Februari begini, di Surabaya masih hujan sedikit-sedikit. Hujan sisa-sisa gitu.
Kalau di tempatmu sekarang masih sering hujan nggak?

Image