Palsu

Aku merasakan semuanya palsu. Janji kita palsu, bicara kita palsu, tubuhmu bersirkulasi dari darah-darah yang pura-pura bergerak, aku pura-pura mengasihanimu sambil mengambilkan kau tissu.
Hubungan kita palsu.
Kau tahu siapa yang tertawa paling keras atas sandiwara ini?
Dia.

Sungguh, kau seperti buah-buah yang membusuk di kulkas yang dingin. Dilihat setiap hari tapi malas orang menyentuh. Malas aku menyentuh.
Karena menurutku kau terlalu tua.
Lebih baik dibuang di keranjang sampah.

– Oknum A yang sedang marah-marah pada pantulan kaca.

Aduh. Semangat, Oknum A!

Advertisements
Palsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s