Kepada Pohon Gula

Kamu terasa asing.

Berada di depanmu, aku merasa seperti berada di pasar malam yang bangkrut. Keramaianmu tertinggal.

Kita seperti teman yang perlahan-lahan saling melupakan janji. Kita berpapasan, tapi tak ada yang terucap. Padahal kita sama-sama tahu, ada seribu, atau mungkin sejuta keramaian pikiran yang ingin kita bagi.

Kita terlalu bersitegang membuat persyaratan untuk keluar, kurasa itu baik, tapi seharusnya tidak membuat kita jadi awkward begini.

Ada sekitar seribu atau sejuta hal-hal remeh yang ingin kuceritakan, tapi selalu terantuk oleh hal-hal, yang ketika kau tahu, kau pasti marah-marah. “Hih, itu kan tidak relevan!” dan tetap pada akhirnya kusimpan saja cerita-cerita itu. Merasa tidak enak.

Rasanya aku perlu berdiam sejenak dulu, memikirkan nasib kita. Mengingat kembali tujuan dulu kita bertemu.

Dalam selang waktu ini, mari kita rebahan sambil lihat langit saja. November ini, sebuah foto yang dulu di share seseorang (aku lupa siapa) di facebook bilang akan ada hujan meteor. Mari kita tunggu dan nikmati.

56L4ONm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s