Orang-orang

Mari kita sampaikan dukacita mendalam pada semangat yang mati– semoga mati suri, pada misi yang didukung oleh orang-orang yang sembunyi, dan pada orang-orang yang memilih pergi lalu mewujudkan niat tulus di luar pagar. Orang-orang yang lain, mereka peduli kemudian menyesal. Di pikiran mereka terbersit penyesalan karena terlanjur mengetahui dan menyadari, karena ketika mengetahui, ada semacam tekanan yang mereka buat sendiri untuk bertahan kemudian menyembuhkan.

Sebentar, ada yang lucu, mereka anggap diri mereka penyembuh.

Semua diawali dari pertanyaan paling mendasar mengenai definisi, “Sebenarnya itu ruangan apa sih? Mereka makan apa sih? Sehari-hari ngapain sih? Untuk apa sih?”

Sayangnya, jawaban dari pertanyaan-pertanyan ini tak pernah jelas, selalu  dijawab sambil menguap.  Bisa ditebak, yang akan kita lihat akan sama lagi, kacung-kacung yang bersemangat, berjalan lenggak-lenggok, tiba-tiba merasa penting dan terkenal.  Orang-orang yang tidak puas dengan jawaban angop-angop itu tentu saja kecewa dan marah-marah, lalu memilih pergi juga seperti pendahulunya. Mereka pergi, dan menurut asumsiku, mereka senang.

Dan orang-orang yang menyebut diri mereka penyembuh, harus bergabung lagi dalam karnaval lenggak-lenggok. Bedanya mereka dengan kacung-kacung adalah, mereka setidaknya mengerti bahwa cita-cita tulus harus terus diperjuangkan, dan digaungkan. Tidak peduli berada di tempat seperti apapun.

“Jika memang harus, aku bersedia jadi tumbal.” kata orang yang bertahan. Tumbal. Mistis sekali. Yah, sekaligus mengharukan.

Jarang ada yang mau jadi tumbal. Sekali jadi tumbal, biasanya mati kedinginan. Karena Ia berhadapan budaya serupa es, dan sendirian.

Advertisements
Orang-orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s