Di Akhir Hari

Beberapa hari ini aku sering menyesal di malam hari. Menyesal di sepanjang perjalanan pulang setelah seharian di luar rumah. Banyak hal yang terjadi hari itu, setelah kuingat lagi, terasa tidak baik. Seharusnya nggak-dan-harus kulakukan. Perasaan seperti itu adalah satu dari sekian perasaan yang membuat hati nganu banget.

Menyesal saat mengakhiri hari. Ugh, tidak keren.

Seharusnya tadi aku nggak usah ngomong gitu ke Oknum X, pasti hatinya sempat terluka. Seharusnya aku nggak sok-sokan gak ada waktu– jatah tilawahku masih banyak, seharusnya aku tadi bilang aja ke ibu tentang anu, seharusnya buku itu tak baca sampai habis, seharusnya tadi aku lebih berguna waktu rapat..

Semua itu diperparah dengan kesibukanku memikirkan apa yang orang pikirkan tentangku setelah kami berinteraksi. Apa aku tadi kekasaren? apa aku kecereweten? apa dia tadi nyaman sama aku?

Yang seperti itu, biasanya nggak terjawab. Di kepalaku, mereka berputar-putar anggun seperti carousel, pelan-pelan, ada musiknya. Dan aku, waktu memikirkan itu semua, maunya ndelik. Padahal itu nggak akan mengubah apapun. Malaikat sibuk mencatat, Allah sedang menyimak. Astaghfirullah……….

Maunya terbenam, aku malu.

Kalau kapan-kapan kamu pernah merasakan seperti yang kurasakan ini, aku punya beberapa tips. Pertama, berusahalah memaafkan dirimu sendiri. Melepaskan perasaan tidak enak itu dengan memakluminya. “Sudah, nggak papa. Nggak… hm… papa….” Susah ancen. Tapi dicoba saja.

Setelah itu, berusahalah lebih teliti dalam menyusun tindakan untuk selanjutnya: yang ini nggak boleh terulang, kalau ini boleh terulang, tapi kondisinya harus gini-gini-gini. Kalau belum tenang juga, makan gula. Maksudku, ambil air wudhu, lanjutkan tilawah. Ditadabburi. Kalau khawatir ketiduran, sambil dengerin murottal juga. Berdoalah untuk dapat diberi kesempatan esok hari untuk memperbaiki sedikit demi sedikit. (Haha, sebenarnya kalau mau menelisik lagi, akan panjang lagi galaunya; kata Buddha, the problem is we think we have time) : ))

Gak masalah, just pray anyway.

Semoga di hari-hari selanjutnya, akan lebih sering tidur dengan senyum mengembang. Khusnul khatimah dalam mengakhiri hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s