Facebook dan Bang Tere

Kata siapa? Kata siapa sih kalau kita hanya ditakdirkan ada di situ2 saja, tidak bisa kemana2, entah karena keterbatasan, entah karena memang sudah nasib, maka kita tidak bisa melakukan hal hebat? Tentu saja bisa. Lihatlah si pohon kelapa di pinggir pantai itu. Dia tidak bisa terbang, tidak bisa berenang, tapi buah2 miliknya melanglang buana kemana2, lebih jauh dibanding si burung pipit dan si penyu. Kita bisa melakukan hal yang sama persis. Kebaikan kita, entah itu melalui tulisan, bantuan, pertolongan, dsbgnya, bisa menyentuh sudut2 dunia. Dan hei, hari ini, dunia toh sudah tersambung begitu rupa oleh teknologi, maka sungguh lebih canggih lagi kesempatan petualangan “buah2 kebaikan” milik kita.

Demikianlah. Mari kita kirim “buah2 kebaikan” tersebut kemana2.

Alasan ber-facebook setelah sempat beberapa lama nggak menjamahnya (sampe lupa password dan gak tau ada yang iseng ngirimi gambar aneh-aneh) adalah terpaksa. Terpaksa karena di facebooklah orang-orang suka berkumpul,– masih suka berkumpul dan saling info-menginfoi hal-hal penting terkait perkuliahan, amanah, dsb. Hm, bahkan rapat komunal disana, terlepas dari efektif-tidak efektifnya.

Darwis Tere-liye ini cuma ada di facebook. Beliaunya gak bikin akun lain kayak twitter atau blog. Dan ditengah keragaman facebook seperti status aktivis-aktivis,  portal berita dengan judul provokatif, sampai yang susah dibaca, post-post bang Tere ini seperti vespa. Unik dan kedatangannya ditunggu-tunggu untuk diperhatikan. Hehehe.

Menyenangkan m/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s