Senin Misterius

Apa di luar masih hujan?

Aku sedang merasakan sesuatu yang hangat, namun asing. Mungkin ia adalah kawan lama hujan yang terpisah karena transmigrasi.

Tanyakan lagi padanya, sampai kapan aku harus menunggu disini? Kira-kira saja lah. Pilih: dua atau tiga minggu lagi?

Aku takut bosan. Aku takut tak cukup berani untuk sekadar bertahan.

Aku mewaspadai langit berlebihan, buru-buru membangun menara payung dengan memaksa rakun-rakun yang mengantuk membantuku. Ish, jahatnya.

Aku takut. Aku tak ingin di masa depan akan menatap hujan sambil memicing benci.

Karena sejauh ini dia adalah kawan yang lumayan pengertian. Aku masih ingin bercerita banyak padanya, tepat di manik mata, dengan dua kuping yang siaga menyimak.

Selalu kubayangkan suaranya halus berbisik, “tenang saja, sudah kusiapkan puisi.”

Dan aku senang dibuatnya. Selalu seperti itu, berulang-ulang.

Advertisements

3 thoughts on “Senin Misterius

  1. bahasamalam June 7, 2013 / 3:01 AM

    nice. see mine

  2. moslemmuda July 2, 2013 / 2:10 AM

    bahasamu bagus. caramu mengolah kata menjadi runutan yang kau ingin orang dapat pahami alur pikiranmu yang begini-begitu; unik. ada baiknya jika kau visikan untuk dibukukan, dengan tema terkhusus mungkin.

    • nezhafath July 2, 2013 / 5:26 AM

      woah, terima kasih pak mu’! aamiin. doanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s