Seliliten Daging Saudara

Waktu mengetahui ada kabar tentang saudara kita (sebut saja oknum X) melakukan kesalahan, hal yang pertama kita selalu lakukan adalah mengkonfirmasi ke banyak orang. Eh, bener tah anaknya begini? Bener tah anaknya begitu?

Dan ternyata setelah dibahas bareng-bareng dengan jamaah/team, perlahan munculah satu persatu ‘kesalahan-kesalahan’ si Oknum X di masa lalu, yang nggak ada hubungannya sama masalah sekarang.

Entah mengapa, obrolan tentang kekurangan saudara selalu bisa hangat dan mengepul. Emang kadang harus hati-hati banget mbahas ginian, hati-hati banget, karena ini menyangkut nama baik seseorang. Sebenarnya kita nggak pernah tahu apa yang sedang terjadi. Kita kadang suka menilai seseorang berdasar asumsi-asumsi. Ah, ini karena kita beruntung aja nggak ditunjukin Allah aib-aib kita di depan orang-orang itu. Jika aib berupa bau, yakin deh. Nggak akan ada yang mau deket-deket duduk deket kita. (Erhmmm, itu dari tweetnya Salim A. Fillah)  Jadi sebenernya kita itu beruntung, beruntung karena Allah bersedia menyembunyikan aib-aib kita.

Belum lagi dengan konsekuensi pahala kita yang kesedot…

Aib orang yang kita gunjingkan mungkin telah diampuni; sedang kita, mensedekahkan kebaikan -jika ada- & menadah dosanya. #NtMS   – @salimafillah

Nggak melibatkan perasaan pribadi, emosi-emosi, menjaga mulut untuk nggak nambah-nambahi informasi yang nggak penting dan nggak berhubungan dengan masalah yang terjadi adalah tips ketika terpaksa harus membahas perilaku Oknum X yang merugikan orang banyak.

Harusnya sih bisa dibedakan, mana yang benar harus diketahui oleh orang-orang tertentu, diambil pelajaran bareng-bareng, dan dicarikan solusinya yang sesuai, dengan, secara tidak sadar ingin membuat Oknum X semakin buruk namanya. Recheck niat juga harus terus dilakukan.

Hati-hati. Tohpun itu untuk kebaikan bersama.

“Dan janganlah di antara kamu menggunjing atas sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ..”

QS. Al-Hujurat:12

Pada nggak mau kan ya, seliliten daging bangkai saudara…

Advertisements
Seliliten Daging Saudara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s