Day 10 : Someone called herself Beruang Madu.

Aku ingat, Du. 17 bulan yang lalu, aku menemukanmu secara virtual. Tweetmu keren sekali, sungguh keren. Kalau tidak salah bunyinya:

“..kamu nggak tau aja, waktu kamu belajar, dia juga belajar. Waktu kamu tidur, dia terus belajar.”

Aku belum mengenal kamu. Sama sekali. Waktu itu kita sama-sama kelas 12 di sekolah yang berbeda. Seingatku dulu kamu selalu rangking 1 di setiap tryout di NF, aku mengingat namamu baik-baik. Anak ini pingin masuk universitas yang sama denganku, Insya Allah dia kelak akan menjadi temanku– pikirku saat itu.

Sekali lagi, aku sama sekali tidak mengenalmu. Sampai pada tanggal 3 Februari 2013, ada tryout akbar asui di smala. Kita sekelas, sebelahan bangku. Sebelum tryout dimulai, kamu– mungkin karena nganggur karena ditinggal teman-temanmu– mengajakku bicara dan berkenalan duluan, berbasa-basi. Kamu menyebutkan namamu. Eh, sebentar. Jangan-jangan dia itu dia! Kupastikan dengan bertanya nama lengkapmu.

Ah. Ternyata benar, akhirnya aku menemukanmu secara nyata. Akhirnya.

(for everyone : See, basa-basi is not always basi. for some people basa-basi values more than that. Pesanku, berbasa-basilah dengan baik mulai dari sekarang..)

Setelah mengenalmu secara resmi, aku jadi agak lebih termotivasi. Bahkan aku membuat tolak ukur dengan membandingkan nilai-nilaiku denganmu di tryout. Kesempatan untuk berteman denganmu rasanya jadi lebih nyata. Lebai ya? hehe. Aku hanya ingin sekali tahu rasanya berada di sekitar orang sepertimu. Aku mulai merancang rencana apa-apa aja yang harus kulakukan ketika sudah menjadi temanmu, membayangkan saja sudah senang sekali. Kita akan ngobrol banyak hal keren, tentang cita-cita yang sama, sampai diskusi hal-hal serius. Sepertinya menyenangkan.

Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana kan ya, Du? Singkat cerita, Aku disini, kamu disana.

Eh, kita bahkan tetap bertemu lewat yang lain ya? meskipun tidak pernah seintens berkomunikasi seperti yang aku rencanakan dulu. Terakhir itu waktu di nikahan mbak Asti 🙂

Sampai tadi kamu mention bilang, ‘aku merasa conv. kita lucu. Singkat-singkat, jarang, tapi selalu kutunggu,” aku jadi ge-er sekali.

Kamu salah Du, yang benar itu aku yang selalu menunggu untuk bisa berteman dan berbincang banyak denganmu : )))

Semoga tetap sehat dan sangar disana, dear Beruang Madu..

Advertisements
Day 10 : Someone called herself Beruang Madu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s