Pulang ke Rumah

Kalau ada kesempatan, aku ingin sekali pulang. Pulang dari keributan yang membuat pusing. Hanya berisik dan pengang telinga yang kudapat.

Sungguh aku ingin pulang. Siapa saja, miskol aku, biar aku bisa pura-pura mengangkat telepon dan mendapat alasan sempurna untuk ijin pulang lebih dulu. Karena aku sudah pegangan kursi, namun orang-orang tetap berlalu lalang, sok dikejar waktu, senggol sana-senggol sini. Padahal jalanan besar.

Aku ingin pulang. Kata-kata rumah menjadi lebih merdu malam ini. Aku ingin pulang, lalu memelukmu di ambang pintu. Ijinkan aku menitipkan satu persatu bawaanku. Mereka tidak terlalu indah memang, tetapi cocok untuk dijadikan pajangan kok. Jadi, terima saja.

Aku rindu sekali padamu. Bertanya tentang perasaanmu padaku setelah sekian lama tak lagi penting bagiku. Aku cuma ingin melihatmu. Tak peduli mungkin kau lupa dengan siapa aku. Jika memang tidak mungkin tinggal nanti, ijinkan aku rehat sejenak. Beri aku sedikit biskuit dan air mineral.

Oh ya… Maaf, aku telah lancang memanggilmu Rumah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s