Pulang ke Rumah

Kalau ada kesempatan, aku ingin sekali pulang. Pulang dari keributan yang membuat pusing. Hanya berisik dan pengang telinga yang kudapat.

Sungguh aku ingin pulang. Siapa saja, miskol aku, biar aku bisa pura-pura mengangkat telepon dan mendapat alasan sempurna untuk ijin pulang lebih dulu. Karena aku sudah pegangan kursi, namun orang-orang tetap berlalu lalang, sok dikejar waktu, senggol sana-senggol sini. Padahal jalanan besar.

Aku ingin pulang. Kata-kata rumah menjadi lebih merdu malam ini. Aku ingin pulang, lalu memelukmu di ambang pintu. Ijinkan aku menitipkan satu persatu bawaanku. Mereka tidak terlalu indah memang, tetapi cocok untuk dijadikan pajangan kok. Jadi, terima saja.

Aku rindu sekali padamu. Bertanya tentang perasaanmu padaku setelah sekian lama tak lagi penting bagiku. Aku cuma ingin melihatmu. Tak peduli mungkin kau lupa dengan siapa aku. Jika memang tidak mungkin tinggal nanti, ijinkan aku rehat sejenak. Beri aku sedikit biskuit dan air mineral.

Oh ya… Maaf, aku telah lancang memanggilmu Rumah.

Menyampaikan Perasaan

Aku menemukan lagu unyu  dari seorang teman, judulnya “All My Love is For You” dinyanyikan SNSD. Menurutku, liriknya pas sekali menggambarkan persahabatan yang menjalani LDR. Lagu ini ingin kusampaikan pada beberapa orang yang sedang berkuliah di tempat jauh. Kami terpisah dan aku merasa lagu ini tepat menyampaikan perasaanku pada mereka.

Sebenarnya ada sedikit lirik yang tak tambahi, sedikit kok.

Lagu aslinya berbahasa Jepang, tapi disini aku ngasih terjemahannya aja. Kalau mau tahu lirik Jepangnya silahkan lihat disini

My reflection was in the window of the train I boarded in the new town.
My eyes seemed uneasy.
You taught me not to forget my true self
I wonder if you’re even shining now

The flowing scenery made me take a deep breath.
And looking up the sky’s horizon
I hear your voice

Even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near
All my love is for you
Nothing left to lose
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

Because I know its strength

Your love has lightened
Because of the slanted world, it seems like I’m tumbling down
You supported me
Even standing on a shaking train
Your simple smile is the best

Even if the world ends, I will believe in your smiling face for eternity.
I decided at that time.

Even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near.
All my love is for you
Nothing left to lose
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

All my love is for you
Whatever the future holds, I will open it with these hands

Even from the far and distant roads, you continue to shine for me so
You can start to run with no fear
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else.

***

Menyampaikan perasaan itu penting.

Menurut suatu gambar yang jadi wallpaper hapenya mbak Didi, kita harus menyampaikan pada seseorang tentang betapa berharganya dia untuk kita. Karena itu adalah cara untuk membuat hidup menjadi lebih bermakna, dan (katanya) bisa memperpanjang hidup.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan perasaan ‘saya-bersyukur-pada-Tuhan-karena-telah-dipertemukan-oleh-seseorang-seperti-kamu’ itu.

Ada yang menggunakan cara verbal. Contohnya, ketika kamu mengucapkan perasaanmu secara frontal atau langsung membuat orang  itu blushing dan ge-er buanget, hatinya berbunga-bunga dan dia jadi tersenyum kikuk sekaligus senang. Kalau kamu masih merasa malu atau awkward untuk berbicara frontal seperti itu, biasanya kamu memilih potongan-potongan dialog film atau buku yang mewakili perasaanmu padanya.

Ada yang terselubung, seperti secara tiba-tiba kamu ngirim sms cuma bilang “hai,” atau ngirim emot nggak penting macam <3, :’3, atau :* situasinya adalah kamu sedang terdiam atau sedang dalam melakukan sesuatu, dan di saat yang bersamaan, muncullah suatu cuplikan peristiwa di otakmu, tentang dia. Dia yang (meskipun bukan maunya) pernah ‘membahagiakanmu’ walaupun sedikit, dan kamu merasa tertolong olehnya. Secara random bahkan kadang tanpa sadar, kamu akan mengirim sms/chat yang menurutnya “oposeh arek iki –” itu. Setelah berhasil ‘menyampaikan perasaan’ ini, kamu biasanya akan merasa sedikit lega dan lebih berbahagia.

Ada juga yang nggak pernah bilang hal-hal itu, baik frontal maupun terselubung, tapi selalu menyampaikan rindu dan doa-doa untuk orang-orang yang dikasihinya itu di hadapan Rabbnya.

Kamu berterima kasih pada-Nya karena telah diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berharga untukmu. Kamu juga berdoa untuk segala kebaikan orang-orang yang kamu sayangi. Bukankah Allah adalah sebaik-baik Pendengar dan Pengabul Doa?

Yang terakhir itu keren sekali. Menurutku, disinilah puncak dari mencintai seseorang itu berada. Mendoakannya dari jauh; tanpa dia tahu.

Ah, sungguh unyu.