Dimanakah Aku Berada?

 

Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat digilas keimanan.

Keyakinan hanya tinggal pikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.

Banyak orang baik tapi tak berakal.

Ada orang berakal tapi tak beriman.

Ada lidah fasih tapi berhati lalai.

Ada yang khusuk namun sibuk dalam kesendirian.

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.

Ada ahli maksiat, rendah hati bagaikan sufi.

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat.

Dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.

Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan.

Dan ada pelacur tapi jadi figur.

Ada orang punya ilmu tapi tak paham.

Ada yang paham tapi tak menjalankan.

Ada yang pintar tapi membodohi.

Ada yang bodoh tak tahu diri

Ada orang beragama tapi tak berakhlak.

Dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu dari semua itu dimanakah aku berada?

Ali Bin Abi Thalib

(source : http://kuntawiaji.tumblr.com/)

Advertisements
Dimanakah Aku Berada?

Menjadi Besar

Lelah sekali menjadi besar.
Tidak boleh menamai motor kesayangan karena dianggap kekanak-kanakan.
“Inget umuuurr!” katanya sambil tertawa. Padahal aku susah payah mencari nama yang lucu untuk motorku.

Lelah sekali menjadi besar. Mereka akan mempertanyakan caramu berpakaian. Kenapa bgini bgitu? Kenapa nggak kayak si anu si itu?

Lelah sekali menjadi besar.
Kamu harus menahan tangis sampai hidungmu perih ketika makanan yang jarang kamu makan seperti tamie, tiba-tiba dibuang ke tempat sampah.
Waktu kamu bilang, “Lho, itu kan punyaku..”
Kakakmu denganmu wajah tanpa menyesal bilang, “Waduh… Aku lupa..”

Kamu tidak boleh menangis. Apalagi menceples pantatnya sekuat tenaga.
Itu kekanakan sekali.

Kamu sudah besar! Kata pikiranmu.

Terlanjur menangis. Tapi menyesal. ‘Harusnya kamu bisa lebih dewasa. Air matamu tidak boleh jatuh hanya krn hal-hal remeh seperti ini! Hapus!”
Kata pikiranku.
Aku sudah menemukan kalimat untuk mendebatnya.
Tapi tidak jadi.

Dia benar.

Menjadi Besar

Sure

Duh, opo’o seh wong-wong iki podo atek kerpus barang?? koyok nak gunung ae!

Suryati, saat mangkel gara-gara antri kamar mandi di bumi perkemahan paling tinggi di Jawa Timur.

Dia adalah salah satu teman unik  yang kutemukan disini.

Sampeyan nggak gelem ngeke’i aku mangan, Mbak? Yawes, Ghak PhoPho…

Saat menunggu dibagi makan malam dengan penerangan unyu dari ublik.

Kangen Sure! (di nametagnya dia nulis begitu) 😀

Sure

Different

Dear wordpress.

I am about to post my 200 words, and then I stuck. New draft.

Well, I wrote about my lecturer’s saying. He said something about Pancasila, err, honestly it was boring. Until my friend rose his hand and asked an interesting thing. I bet he was not asking, he was testing.

He asked about the idea changing the fundamental ideology Pancasila into Jakarta Charter. Islamic Syariah will be the best solution for this country, he said. Mr Lecturer said that’s impossible to do. Very risky.

If we’re talking about Syariah Islam, the definition depends on what-aliran-it-is. We, as muslim, will not have a chance to be one, because we’re that different. We read an exactly same Alquran and hadith, but we have a different way to interpret it. So that’s why we’re different.

“I could be called ‘murtad’ because i do tahlilan or yasin. For some aliran, they are bid’ah. Can you imagine if we led by people who can’t tolerate other’s believe? ”

“Even we’re muslims?”

“Even we’re muslims.” he said.

You know, wordpress. Three weeks ago, I heard my new-college-friend said this to nonmuslim friend, confidently. “Ya, there are too many aliran in Islam. But just like in hadith, 73 groups will go to the destruction in akhirat. Only one, will go to the heaven. The one, is ahlus sunnah wal jama’ah. ”

And with smiley face, she asked me. “What groups do you belong to, Nez?” once again, asked that confidently. As far as I know, the ahlus-sunnah-wal-jamaah she understands is that big Islamic organization in Indonesia.

Dear WordPress,

I have much words to write, but they’re just… too loud. Running and jumping with no balance. I open twitter, thinking that it might help a little. Unfortunately no, I get more dizzy.

So I’m going to stop here. Sorry for this bad and bizzare post. I’ll make better next time.

Btw, Selamat hari kesaktian Pancasila.

Different