Very nice summary,,..

Out of Cave.

Curhat sedikit: aku sedih.

Cukup sering aku mendengar komentar orang, baik teman maupun asing, yang kurang lebih berkata begini, “Aku beragama, tapi ya yang biasa aja, nggak yang berlebihan kayak mereka.”

‘Mereka’ di sini biasanya merujuk pada orang-orang tertentu yang dipandang ‘religius banget’. Bagi yang muslim, mereka biasanya dilabeli sebagai ‘anak rohis’, ‘anak ski’, atau ‘anak masjid’. ‘Berlebihan’ sering juga digantikan dengan kata ‘lebay’ yang konotasinya lebih negatif.

Apalagi kalau komentar itu ditambahi justifikasi begini, “Kan yang berlebihan itu nggak baik!” Duh, sedihnya lipat-lipat deh.

Aku ingin menitikberatkan pembahasan pada kata-kata yang kucetak miring.

Pertama, sebenarnya apa sih ‘beragama secara biasa aja’ itu? Apa juga maksudnya ‘beragama secara berlebihan’?

Bagiku sederhana saja. Kita harus tahu dulu ‘beragama’ itu seperti apa, dan standar-standarnya bagaimana. Barulah kita bisa menentukan apa yang ‘biasa aja’ dan apa yang ‘berlebihan’. Ini seperti kalau kita mau mencuci dengan deterjen. Kita harus baca petunjuknya dulu lah…

View original post 198 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s