Dear Twizz

Malam ini aku terjaga, tidak mengantuk sama sekali

Mungkin karena aku tertidur ba’da maghrib tadi. Jadi aku berbaring saja di lantai dengan selimut. Sibuk dengan pikiran-pikiran.

Tiba-tiba aku mengingatmu, membayangkan apa kira-kira yang kau lakukan ketika tidak bisa tidur.

Aku ingat kau hobi sekali ngirim sms geje jam 11 ke atas. Kubalas dengan sms maaf keesokan paginya karena nggak menanggapi sms gejemu karena tertidur.

Aku… mengamatimu dan melihat kesedihanmu lebih jelas dari siapapun. Karena kau mengijinkannya.

Aku juga dulu pernah –dengan begitu naif berjanji padamu. Janji besar!

Janji yang kuutarakan karena merasa dengan begitu akan segera menghentikan sedumu.

Juga karena merasa janji itu terdengar keren sekali. Aku bilang, mimpimu adalah mimpiku juga. Oh.. aku menjinakkanmu dan harus bertanggung jawab.

Ketika sekarang kau sudah mencapai mimpimu, aku juga seharusnya merasa bahagia karena mimpiku juga terwujud.

Sepertinya aku harus berdoa lebih khusyuk. Meminta Tuhan untuk tidak membiarkanku lupa dengan kebaikanmu selama ini. Supaya aku tidak dihukum.

Selamat jalan Twizzz, semoga selamat sampai tujuan :*

Advertisements
Dear Twizz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s