Be One’s True Self

In order to learn to be ones true self, it is necessery to obtain a wide and extensive knowledge of what has been said and done in the world: critically to inquire into it; carefully to ponder over it; clearly to sift it; and earnestly to carry it out.

It matters not what you learn, but when you once learn a thing, you must ever give it up until you have mastered. It matters not what you inquire into but when you inquire into a thing, you must never give it up until you have thoroughly understood it. It matters not what you try to think out, but when you once try to think out a thing, you must never give it up until you have sifted it out clearly and distincly. It matters not what you try to carry out, but when you once try to carry out a thing, you must never give it up until you have done it thoroughly and well.

If another man succeeds by one effort, you will use a hundred efforts. If another man succeeds by ten efforts, you will use a thousand efforts.

Anonymous

TEXT VI- Problem Set Nurul Fikri SuperIntensif 2012: 75

Agak mbulet ya. hm, tapi merasuk lho.

Seperti ini.

Percaya. Percaya itu…. yakin dengan kesadaran hati dan ketenangan pikiran. Kombinasi optimis dengan sedikit nekat.

Percaya itu susah. Susah. Beberapa orang harus diyakinkah lagi oleh 1000 orang lain untuk dibuat percaya bahwa dia memang bisa dan mampu.

Dia perlu mengadakan polling mini, bertanya tentang pendapat orang lain tentang ini-itu, menganalisis kata mereka tentang ini-itu.

“Gak.. gak… ketinggian..”

“Coba pakai cara yang lebih masuk akal…”

“Harus realistis.. realistis..”

bingung, lalu goyah.

Beberapa yang lain menyaring omongan orang-orang, memilah mana yang bisa dijadikan referensi, melihat kemampuan diri dan yakin.

Mereka berikhtiar dan berdoa lebih keras, berusaha memantaskan diri dengan tujuan, lalu percaya bahwa  Tuhan akan memenangkan mereka.

Karena itu janji-Nya.

Disini Disana

Waduh, aku lagi gak mikir itu blas e. Coba tanyak pakde aja. iki aku belajar tok, mumpung lagi semangat-semangatnya 😀

– Niswah Q.A

Ketika kutanya tentang  persiapan acara Wisuda.

It’s a jleb.

Ternyata sekarang ini bukan lagi masanya untuk resah-gelisah  hanya karena nilai minus di satu TO, bukan lagi masanya untuk sok-sok menye-menye karena merasa nggak bisa dengan materi tertentu.

Bukan karena apa-apa.. Lihat saja sendiri. Lengah sedikit, langsung bisa dibalap orang-orang yang going extra miles dan orang-orang yang terus belajar.

Disini (masih) sok-sok galau, disana melaju dengan kencangnya.

Ah, yang disini memalukan.