Lebih Peka

Apakah aku bakal kangen dengan SMA?

Awal kelas X, dan XII aku selalu punya pertanyaan itu. Dengan begitu, aku akan mencari hal-hal yang akan kurindukan dari almamater ini. Mungkin aku kurang perhatian dengan hal-hal kecil mengenai libels, dan orang -orang didalamnya.

Beberapa hari sebelum UNAS, aku berusaha lebih peka dari biasanya. Aku menemukan banyak hal menarik tentang sekolah itu.

Ternyata lapangan rumput yang buat voli itu sudah nggak ada rumputnya, mungkin jadi tipis karena keseringan dipakai. Ternyata langit-langit masjid Da’wah yang tuinggi sudah bersih dari sarang laba-laba,  (Takmir berjalan dengan lebih baik dari tahun sebelumnya :’), Mustofa udah bisa jalan dan Meilita udah bisa naik sepeda roda tiga (anak ibu-ibu kantin), ternyata lantai dua depan deretan Laboratorium itu adem dan sejuuk karena deket dengan rimbun pohon.

Tiap celetukan temen-temen di kelas juga aku dengarkan dengan baik, dan ternyata mereka memang sangat lucu dengan alami.

Terbentuk kelas baru di tingkat akhir, menurutku adalah ide yang buruk. Pasti membutuhkan waktu untuk bisa adaptasi dengan temna-teman yang baru, pasti nanti kelasnya gak asik, pasti nanti sma tingkat akhirku akan garing aja dan nggak ada kesan.

Dan ternyata aku salah lagi.

Dalam ukuranku, mereka lebih keren daripada kelas manapun yang pernah kusinggahi di SMA. Orang-orang di dalamnya adalah orang-orang baru yang baru aku temui, “Onok yo wong koyok ngono.” Ini pujian 🙂

Aku punya temen yang bisa bilang YES HU dengan sangat mantap dan … opo yooo…… Luwucu.

*pingin tak rekam*

Ada juga yang kelihatannya gaul, anak band, ternyata suka nonton  Kamen Rider. Ketua kelasku… juga lucu. Belum lagi Gembong, Igor……..

Mereka, gak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kamu harus bertemu langsung dan mendengar langsung di tengah-tengah orang seperti mereka.

Satu lagi, mereka sangat baik dan bersedia mendengarkan. Mereka juga sangat menghormati setiap keputusan dari anak anak yang punya pendapat berbeda tentang satu hal krusial, tanpa banyak interogasi yang membuat jengah. Aku kagum dengan yang ini.

Dulu, awal kelas 12 aku selalu ikut bersama dengan mereka saat moving class, pelajaran, olahraga. Dan aku selalu tanya dalam hati, “Apa aku bakal kangen dengan SMA?”

Untungnya, sekarang aku punya jawaban pasti; Ya.

 

 

 

 

 

Advertisements
Lebih Peka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s